Wednesday, January 11, 2006

KBN I : Menjelajah Gurun


Judul : Kara Ben Nemsi 1 : Menjelajah Gurun
Penulis : Karl May
Penerbit : Pustaka Primatama
Edisi : I, Pebr 2005
Isi : 437 hal.

Sebuah saga panjang siap mengajak Anda untuk berkelana ke pelosok-pelosok Dunia Timur dalam kisah yang ditulis tak kurang dari 7 tahun lamanya. Dan Karl May adalah sang jawara cerita petualangan. Tak kalah serunya dengan seri Winnetou!
(komentar di cover belakang KBN 1 : Menjelajah Gurun)

Setelah sukses 'membangunkan' kembali tokoh-tokoh cerita petualangan Karl May seperti Old Shatterhand, dan Winnetou dalam khazanah pustaka tanah air. Kini Penerbit Pustaka Primatama bekerja sama dengan Paguyuban Karl May Indonesia (PKMI) kembali menerbitkan kisah petualangan Karl May di negeri timur dengan judul Kara Ben Nemsi 1 : Menjelajah Gurun (2005)

Kisah Petualangan Kara Ben Nemsi yang merupakan Buku Pertama Siklus Timur karya Karl May ini sebenarnya pernah diterbitkan di tanah air oleh penerbit Pradya Paramita dan diberi judul Kara Ben Nemsi pada tahun 1965 yang diterjemahkan dari salah satu versi Belanda. Kini Seri Kara Ben Nemsi yang berlatar belakang "Negeri Timur" ini diterbitkan kembali dengan terjemahan yang bersumber dari naskah terbitan Amerika - Oriental Odyssey I In The Shadow of Padishah Throught The Desert - terbitan Psi Computer Pty, Ltd (2002) yang diterjemahkan oleh Michael Michalak seorang penggemar Kal May dari Amerika keturunan Jerman. Sedang sumber yang dipakai oleh Michalak adalah naskah asli Jerman berjudul Giolgeda Padischanun yaitu manuskrip karya Karl May ketika masih berbentuk cerita bersambung di majalah Jerman Deutcher Hausschatz di abad ke 19.

Buku Kara Ben Nemsi ini menceritakan kisah petualangan Old Shatterhand (tokoh sentral dalam seri Winnetou) yang kini bernama Kara Ben Nemsi yang berarti 'Karl' (nama penulis) dan Ben Nemsi yang berarti "keturunan Jerman" (hal 34). Kali ini ia berkelana ke Negeri Timur guna mengetahui adat istiadat dan kebudayaan masyarakat setempat.

Buku ini dibagi dalam 4 buah cerita : Abu El Nassr (Bapak Kemenangan), Tschikarma (Penculikan), Abu Seif (Bapak Pedang), dan Perang Gurun. Masing-masing cerita walau terkesan berdiri sendiri namun satu-sama lain sambung menyambung dan saling terkait

Cerita dimulai di padang gurun ketika Kara Ben Nemsi bersama pembantu setianya Halef Omar menemukan jejak tapal kuda di pasir yang setelah ditelusuri ternyata pemilik jejak tersebut telah menjadi mayat bersama tunggangannya. Tergerak oleh rasa kemanusiaan dan beberapa petunjuk yang diperoleh dari mayat tersebut Kara Ben Nemsi bersama Halef mencoba untuk mencari pembunuhnya. Pencariannya semakin sulit karena harus melintasi keganasan gurun sahara dengan chott-nya (pasir hisap) yang siap menelan siapa saja yang melintas diatasnya

Dalam Tschikarma Kara Ben Nemsi berpura-pura menjadi seorang dokter dan mencoba menyelamatkan anak gadis seorang peadagang asal Turki yang diculik oleh seorang 'Mamur' (penguasa propinsi) di Mesir. Perjalanan Kara Ben Nemsi terus berlanjut, pada cerita Abu Seif (Bapak Pedang) terdapat kisah petualangan yang menarik ketika Kara Ben Nemsi dengan kecerdikannya berhasil memasuki kota Suci Mekkah, kota suci yang terlarang bagi kaum muslim. Lucunya setelah berhasil memasuki kota suci Mekah Kara Ben Nemsi diberi gelar Haji oleh para sahabatnya.

Dalam cerita Perang Gurun Kara Ben Nemsi bak seorang Jenderal Perang dengan piawai memberikan latihan dan strategi perang gaya Eropa kepada beberapa suku di gurun yang akan berperang melawan musuh. Tidak itu saja ia juga mengatur soal penghitungan pampasan perang bagi suku yang dikalahkan dalam perang gurun.

Selain menyajikan kisah petualangan yang menarik buku ini juga mendeskripsikan letak dan kondisi geografis gurun dengan detail dan pernak-pernik kehidupan dunia timur yang eksotis. Untuk memperkaya ruang imajinasi, pembaca buku ini disuguhi beberapa peta perjalanan Kara Ben Nemsi dan ilustrasi yang direpro dari sumber klasik Karl May Verlag dan "Karl May's Ilustrieste Werke" karya Joseph Ulrich. Selain itu dialog-dialog filosofis kemanusiaan dan toleransi antar umat beragama yang terdapat dalam buku ini juga akan memperkaya ruang batiniah pembacanya. Buku ini juga dilengkapi dengan lampiran khusus untuk menjelaskan berbagai frasa yang menyangkut Dunia Islam yang bertaburan di buku ini. Dari segi terjemahan walau buku ini dikerjakan oleh 4 orang penerjemah namun kekonsistenan terjemahan tetap terjaga dengan baik sehingga peran penerjemah serta editor patut dihargai pula. Sungguh buku ini memang buku yang disajikan oleh penerbitnya untuk memanjakan pembacanya yang suka akan cerita-cerita petualangan Karl May. Dan yang pasti buku ini tak kalah serunya dengan seri Winnetou!

@h_tanzil

2 comments:

Anonymous said...

Best regards from NY! » »

Anonymous said...

Enjoyed a lot! » » »