Tuesday, February 21, 2006

Brokeback Mountain


Judul : Gunung Brokeback
Judul Asli : Brokeback Mountain
Penulis : Annie Proulx
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka
Cetakan : I, 2006
Tebal : 80 hlmn ; 18 cm

Jack Twist dan Ennis del Mar, dua pria yang bersahabat dan saling mencintai. Secara terpisah mereka tumbuh dewasa di peternakan-peternakan kecil yang miskin di kawasan Utara Amerika Serikat. Mereka berdua pemuda desa yang tidak lulus dalam sekolahnya , tanpa masa depan, serta dibesarkan dalam kerja keras dan kemiskinan. Kehidupan yang keras dan serba kekurangan membentuk karakter kedua pemuda ini menjadi pemuda yang sering bertingkah dan berbicara kasar

Mereka bertemu pertama kali pada di musim panas 1963 pada saat melamar bekerja untuk menggembalakan domba di peternakan milik Joe Aquirre di lereng gunung Brokeback, di Wyoming Amerika Serikat. Saat itu usia mereka belum berusia dua puluh tahun. Awalnya hubungan mereka layaknya persahabatan antara teman sekerja. Pekerjaan yang keras dan terpencil di lereng gunung seperti menjaga domba dari serbuan coyote, mendirikan tenda, memasak, minum wiski, bahkan tidur dalam satu tenda membuat hubungan mereka semakin dekat. Tak ada yang salah dalam persahabatan mereka hingga akhirnya disebuah malam yang dingin Jack dan Ennis harus tidur dalam satu kasur yang hangat, keintiman diantara mereka tiba-tiba meningkat pesat. Ennis ‘memasuki’ Jack. Walaupun keduanya belum pernah melakukan ini, mereka melakukakannya dengan cepat. Hari-hari berikutnya hubungan intim ini terjadi dengan begitu saja. Mereka tidak pernah bicara tentang seks, namun hubungan ini terus berlanjut, di kemah, siang hari dibawah terik matahari, dan pada malam hari di dekat api ungun. Cepat, kasar, diiringi tawa dan dengus, berisik tapi tak pernah mengucapkan sepatah kata apapun. Pekerjaanpun jadi terbengkalai. Tanpa mereka duga hubungan ini diketahui oleh majikan mereka. Musim panas berlalu, Jon Aquirre membayar mereka dengan kekecewaan karena pekerjaan mereka dianggap tak memuaskannya.

Dengan berakhirnya pekerjaan mereka sebagai gembala di lereng gunung Brokeback, berakhir pula hubungan keduanya. Keduanya mengira itulah akhir dari hubungan mereka. Empat tahun berlalu, Jack pergi mengejar cita-citanya sebagai pemain rodeo dan memiliki satu anak dari pernikahannya dengan Lureen. Ennis menikahi kekasihnya Alma dan memiliki dua orang anak. Kehidupan perkawinannya normal-normal saja hingga datangnya sebuah kartu pos dari Jack yang bermaksud mengunjungi Ennis dan keluarganya. Dua sahabat sekaligus kekasih kembali bertemu, keduanya menyadari mereka tetap tertarik satu sama lain, hubungan mereka di lereng gunung Brokeback tak pernah terhapus dalam ingatan mereka. Merekapun mengungkapkan kerinduan mereka dalam cara mereka. Tanpa disadari Alma memergoki keduanya dan konflikpun terjadi.

Ennis diperhadapkan pada pilihan antara cinta dan keutuhan keluarganya, akhirnya Ennis memilih hidup bersama Jack, pandangan masyarakat tak juga dihiraukannya. Mereka hidup bersama hingga suatu badai kehidupan datang untuk menguji tulusnya kisah cinta mereka.

Novela karya Annie Proulx ini memang bertutur mengenai kisah cinta antar dua manusia yang kebetulan berjenis kelamin sama. Karena tesaji dalam sebuah novela kisah ini tersaji secara cepat dan menarik, kisah ini dapat dibaca dalam sekali duduk, Annie menyajikan kisah cintanya secara realistis tanpa bumbu romantisme yang berlebihan, beberapa detail cerita mungkin membuat pembaca jenggah, terutama dalam mengungkap hubungan intim sesama jenis antara Jack dan Annis , namun bukan berarti kisah ini sarat dengan kisah yang vulgar, dengan baik pula Annie mengungkap potret kehidupan sosial masyarakat kelas pekerja Amerika Utara lewat karakter Jack dan Ennis yang sebelumnya hidup normal dan tiba-tiba saja terseret dalam kisah cinta sesama jenis, cinta terlarang yang pada saat itu masih merupakan hal tabu dan
memalukan bagi masyarakat Amerika. Konflik-konflik antara Ennis dan Alma dan konflik batin pribadi Jack dan Ennis tersaji secara menarik. Ending cerita berakhir dengan menyentuh pembacanya. Lewat kisah yang getir dan pahit namun tak cengeng ini Annie tak mencoba menggurui siapapun, nampaknya Annie hanya mengungkap kisah cinta sesama jenis yang masih dianggap ‘tak wajar’ oleh masyarakat dunia hingga kini plus konflik-konflik yang menyertainya. Kisah Gunung Brokeback seolah memberi pesan universal bahwa ada jurang yang membentang lebar antara keyakinan masyarakat dan keyakinan hidup seseorang, dan kalau tak bisa menjembataninya kita harus bisa menghadapinya.

Sekilas tentang Broback Mountain

Brokeback Mountain / Gunung Brokeback merupakan novela yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek karya Annie Proulx berjudul Close Range : Wyoming Stories (1999). Brokeback Mountain pernah dimuat di majalah The New Yorker dan mendapat pengahargaan O. Henry Award Short Story serta National Magazine Award. The New Yorker Book Award juga memberikan penghargaan Best Fiction 1999 untuk Close Range, Wyoming Stories. Para pengamat sastra berpendapat bahwa Brokeback Mountain adalah masterpiece dari Annie Proulx.

Walau Broback Mountain diambil dari buku kumpulan cerita Close Range :Wyoming Stories, Gramedia nampaknya berinisiatif untuk menerjemahkan dan menerbitkan karya ini menjadi sebuah buku tersendiri. Mungkin terbitnya buku ini hendak mengambil momen kehadiran film Brokeback Mountain arahan sutradara kenamaan Ang Lee yang oleh Golden Globe Award diganjar sebagai Film dan sturadara terbaik dan mendapat delapan pecalonan Oscar untuk berbagai kategori termasuk film terbaik. Hal ini juga dilakukan oleh penerbit Amerika yang menerbitkan Brokeback Mountain dalam sebuah buku tersendiri yang diberi judul ‘Brokeback Mountain : Now a Major Motion Picture’ (Scribner, Nov 2005)

Sebenarnya akan lebih menarik jika yang diterbitkan adalah buku Close Range : Wyoming Stories dimana Brokeback Mountain terdapat didalamnya, namun sebagai jembatan untuk mengenal karya-karya Annie Proulx lainnya dan sebagai pengantar menonton filmnya yang tampaknya tak lama lagi akan beredar, buku ini sangat tepat kehadirannya ditengah-tengah kita.

@h_tanzil

Wawancara Annie Proulx di : http://www.annieproulx.com/

about Brokeback Mountain

Note on interviews:

I very much regret that the demand for interviews has overwhelmed me. I am sorry to disappoint anyone, but I can no longer neglect my regular writing work. From today, December 9, 2005, I can no longer do any interviews connected with Brokeback Mountain.
Suggested background information sources are: my biography, curriculum vitae, and Interview with Annie Proulx (The Missouri Review, vol XXII, No. 2, 1999). There is one lie in this interview where I said I had never fallen in love with any of my characters. I think I did fall in love with both Jack and Ennis, or some other strong feeling of connection which has persisted for the 8 years since the story was written. Another commentary on the Brokeback story is in the essay "Getting Movied," included in the recently published Brokeback Mountain: Story to Screenplay (Scribner, 2005), which also contains essays by Diana Ossana and Larry McMurtry.

Thanks for your interest,
Annie Proulx

FAQs

Where did the story come from?

I write almost exclusively about rural North America and rural social situations. Brokeback began as an examination of country homophobia in the land of the Great Pure Noble Cowboy. Years of accumulated observation went into the story.
How did you reach deep understanding of the inner characters Jack Twist and Ennis Del Mar? Are Jack and Ennis based on real people you know?
Again, observation, but also this writer's main card - imagination. Jack and Ennis are purely imaginary and have no connection to anyone I know. The work of imagining, thinking, picturing, describing how things would have been for two 19-year old rough, uneducated young men in 1963 Wyoming was slow, difficult and arduous.

How long did it take to write the story?

Roughly six months, about twice as long as it takes to write a novel.
How do you feel about the film being shot in Alberta instead of Wyoming?
O.k. The Production Designer, Judy Becker, spent considerable time touring Wyoming and Texas and taking photographs that were then duplicated as much as possible by landscape in Alberta. It is cheaper to make films in Canada, and Wyoming, the least populated state, does not have the infrastructure to support a film crew with its many needs that range between contemporary technologies and good housing and transportation. It is impossible to tell the film was not made in Wyoming.

How did you feel on first seeing the film?

Knocked for a loop. I had no idea of what to expect as I had had no input into the making of the film beyond some conversation with Diana Ossana and Larry McMurtry when they were writing the screenplay, and a letter to Focus president James Schamus and Ang Lee begging them to keep the language of the story intact. I did not visit the set. I feared the landscape on which the story rests would be lost, that sentimentality would creep in, that explicit sexual content would be watered down. None of that happened. The film is huge and powerful. I may be the first writer in America to have a piece of writing make its way to the screen whole and entire. And, when I saw the film for the first time, I was astonished that the characters of Jack and Ennis came surging into my mind again, for (hence the lie in Missouri Review ) I thought I had successfully banished them over the years. Wrong.

3 comments:

tari-1111 said...

Hai TANZIL,
BIG THANKS buat informasinya tentang buku BROKEBACK MOUNTAIN yang ternyata sudah ada terjemahannya, terbitan Gramedia.
Tadinya aku sempat mau nyari arsipnya di New Yorker dan tanya sesama big fansnya BROKEBACK MOUNTAIN di mailists mereka.
Aku, seperti juga para big fans lainnya, sempet nangis beberapa hari setelah nonton filmnya... LONGING dan HUNGER FOR SOMETHING THAT WE CAN NOT ARTICULATE yang dirasakan Ennis, terukir dan membekas terus di dalam lubuk sanubariku yang paling dalam... It's longing for the infinite...

Skali lagi, big thanks ya buat informasinya! Wah, besok aku mau "lari" ke Gramedia buat cari bukunya!

Salam hangat,
:-) tari

ariel landho said...

hai, aku aril dari batam, salam kenal, aku perlu novel ini untuk tugas, bisa gak kasih informasi apakah novel ini masih di jual di gramedia? atau jika kamu masih punya novel ini, boleh gak aku beli?
aku sungguh memerlukan buku ini.
thanks before.
contact me by whatsapp : 085766608406

htanzil said...

@ariel : Sy tidak tahu apakah novel ini masih ada di toko2 buku atau tidak. Saya hanya punya satu. Gmn kl di foto copy saja? nanti saya bantu untuk FC-kan. Silahkan email ke htanzil@gmail.com