Tuesday, July 04, 2006

Perpustakaan Ajaib Bibi Bokken


Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah : Ridwana Saleh
Penyunting : Andityas Prabantoro
Penerbit : Mizan Pustaka
Cetakan : I, Mei 2006
Tebal : 294 hlm
Harga : Rp, 32.500,-


Sedikit orang yang mengetahui bahwa penulis novel Best Seller Dunia Sophie (1995) Jostein Gaarder pernah berkoloborasi dengan Klaus Hagerup dalam menulis fiksi remaja.
Klaus Hagerup sendiri adalah salah satu penulis terkemuka Norwegia yang karya-karyanya banyak berjenis bacaan anak dan remaja. Mungkin salah satu kesamaan dalam hal menulis fiksi yang diperuntukkan bagi remaja inilah yang mendorong Gaarder dan Hagerup berkoloborasi dan melahirkan karya bersamanya yang berjudul Bibbi Bokkens Magische Bibliothek (1993). Buku yang belum pernah diterbitkan oleh negara-negara berbahasa bahasa Inggris ini kini diterjemahkan langsung dari bahasa Jerman oleh Mizan menjadi Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken (2006).

Novel Gaareder & Hagerup ini menceritakan dua saudara sepupu pecinta buku, Berit dan Nils yang tinggal di kota yang berbeda. Oslo dan Fjaerland - Norwegia. Untuk berhubungan, kedua remaja ini saling berkirim surat. Uniknya surat mereka bukan ditulis dalam selembar kertas melainkan ditulis dalam sebuah buku yang saling dikirim diantara mereka.

Anehnya buku surat tersebut menarik perhatian Bibbi Boken seorang wanita misterius yang menginginkan buku-surat tersebut..Alih-alih lari dari incaran Bibbi Bokken, Berit dan Nils layaknya detektif secara diam-diam membuntuti dan menyelidiki hingga ke kediaman Bibi Bokken. Dari sepucuk surat yang terjatuh dari tas Bibbi Bokken terungkap bahwa ia adalah seorang bibliografer, surat tersebut menyinggung soal buku yang sangat spesial yang akan terbit tahun depan yang belum ditulis bahkan belum diketahui siapa penulisnya, buku tersebut berjudul “perpustakaan ajaib”. Dari penyelidikan Berit dan Nils terungkap bahwa Bibbi Boken sering menerima paket buku, mereka menyangka pastilah dalam rumah Bibbi terdapat banyak buku, mereka mencurigai Bibbi sebagai penyeludup buku. Namun siapa sangka ketika Berit berhasil menyusup kedalam rumah Bibbi, anehnya tak tampak satu bukukupun dalam rumah itu !

Penyelidikan terus berlanjut, semakin hari mereka semakin menemukan keterkaitan antara Bibbi Boken dan beberapa peristiwa penting serta tokoh-tokoh yang berkaitan dengan dunia perbukuan. Tak hanya Bibbi Boken yang mengingini buku-surat mereka, ternyata seseorang yang diberi nama Smiley diam-diam membuntuti mereka untuk mencuri buku surat tersebut.

Siapakah sebenarnya Bibbi Boken dan Smiley ? apakah mereka berada dalam satu komplotan yang menginginkan buku-surat Berit dan Nils ? Seberapa berhargakah buku surat itu bagi Bibbi Boken dan Smiley sehingga mereka begitu menginginkannya? Berhasilkan mereka merebut buku-surat itu ?Adakah sebenarnya Perpustakaan Ajaib itu ? Berhasilkan Berit dan Nils menemukannya dan mengungkap rencana rahasia Bibbi Boken yang terkait dengan perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan muncul terus ketika kita membaca buku ini dan baru akan terjawab di lembar-lembar terakhir novel ini.

Buku ini dibagi dalam dua bagian, bagian pertama : Buku-Surat seluruhnya halamannya merupakan isi dari surat menyurat antara Berrit dan Nilss. Bab ini uniknya karena pembaca secara langsung diajak membaca sendiri buku-surat yang ditulis oleh dua remaja ini. Di bagian kedua : Perpustakaan, barulah kisah ini memiliki alur cerita seperti alur konvensional, di bab ini Berrit dan Nilss telah berada di Fjaerland dan bertemu dengan Bibbi Boken yang akan mengungkap semua misteri perpustakaan ajaib

Berbeda dengan karya-karya Jostein Gaarder lainnya seperti Sophie World, Orange Girll, Rainmaster Daughter, dll yang sarat dengan perenungan hidup. Dalam karya bersamanya dengan Klaus Hagerup ini, Gaarder menyajikan sebuah cerita detektif, cerita misteri layaknya cerita-cerita Lima Sekawan. Namun pembaca tidak hanya disuguhkan dengan serunya penyelidikan Berit dan Nils. Buku ini juga menyajikan pernak-penik dunia buku seperti incabulla, sejarah buku pertama, Guttenberg, teori sastra, teori fiksi , teori menulis, drama, film, perpustakaan dalam gua, bibliografer, dan yang menarik, buku ini juga menyajikan klasifikasi Dewey secara lengkap!. Pembaca juga akan diajak berkenalan dengan Astrid Lindgren, Winnie The Pooh (AA Milne) Anne Frank, Hans Christian Andersen, Roald Dahl, penyair-penyair Skandinavia seperti Jan Erik Vold, Peer Grynt, dll. Di lembar-lembar terakhir kisah ini, pembaca juga akan disuguhkan mengenai tahap-tahapan bagaimana sebuah buku diterbitkan mulai dari menulis, mengedit, mencari ilustrator untuk sampul buku, lay out buku hingga ke percetakan.

Singkatnya, dari awal hingga akhir pembaca akan disuguhkan oleh eksotisnya dunia buku sebagai latar dari petualangan Berit dan Nils. Dilihat dari kisahnya yang menyangkut kosnpirasi perbukuan dan banyaknya istilah dan pernak-pernik dunia perbukuan dan dan gambaran detail dari penulisnya mengenai perpustakaan lengkap dengan buku-bukunya, bisa dikatakan buku ini adalah buku fiksi tentang buku sehingga buku ini dipastikan akan memuaskan selera para pecinta buku sejati.

Kisah dalam buku ini bak surat cinta kepada buku dan dunia kepenulisan.
- Ruhr Nachricht

@h_tanzil

16 comments:

ida said...

Saya penggemar berat Gaarder. Sennag banget Mizan "maksa" nerbitin dari bahasa swedia (chayoo mizan). Btw, dha ada di toko belum ya, bang tanzil?

tanzil said...

Kalau di bandung sih udah ada...sejak beberapa minggu yang lalu...harusnya sih untuk kota-kota besar sudah ada di toko-toko buku.

Selamat mencari......

putri_angga said...

aku beli ah bang tanzil, aku lagi nyoba2nulis cerita anak....
pernah baca: Hafalan Surat delisa g? itu bagus banget,,,

tanzil said...

wah...kalau gitu selamat ya...kalau cerita anaknya sudah selesai mau donk ikut baca..
Hafalan Surat Delisa...? siapa penulisnya???

putri_angga said...

hafalan surat delisa itu yg ngarang kalo gak salah Tere Liye,,, yang nerbitin itu REPUBLIKA, 2005...

Kobo Chan said...

Ya, bayangin sampai punya koleksi inacubula itu, ck ck ck...

Aku sih ndak kepikiran deh punya koleksi begitu, gak kuat duitnya, hi hi hi... terus gak kuat juga merawatnya kan?

Tapi seru juga sih, jadi kepengen ke Norwegia, buat lihat perpustakaan dalam gua yang disebut itu.

tanzil said...

Koleksi buku tertuaku adalah bukunya RA Kartini "Habis Gelap terbitlah Terang" (bhs Belanda) terbitan tahun 1912 !.....udah 94 tahun!!!!!

Aku jg pingin ke Swedia liat perpus di Gua...harusnya ada tour u/ pecinta buku yg tujuannya ke sana ya...

cen said...

salam kenal...duh, senang deh baca blog kamu..apalagi pas nemuin buku2 yang aq suka n aq dah baca, ato nemuin buku yang pengen aq beli, tapi blum kebeli..jadi ga sabar tuk baca, hehe..bikki bokken bagus ya? aq suka banget ma dunia sophie n gadis jeruk, tapi terusterang agak kecewa dengan putri sirkus-nya..so tadinya agak2 ragu beli bikki bokken...tapi baca review kamu, jadi ngiler lagi deh...:)

tanzil said...

Cen, makasih udah mampir.
Bibbi Bokken menarik karena setting ceritanya dunia buku jd bisa nambah2 wawasan ttg buku.

Baca deh...

Dutu said...

AH-ya, Hafalan Shalat Delisa-nya kereeeeen bangeeeet... Sampe air mata berlinang di pipi....

si-nuno-nonim said...

wah, jadi nambah lagi nih koleksi jostein gaarder-ku, di jogja udah keluar belum ya? lama gak jalan2 ke toko buku nih........

caHya said...

wow!! keren...keren...
klo baca reviewnya jadi pengen baca bukunya juga...di gramedia ada khan?
:)

Anonymous said...

whoaaaa, aku jadi kepengen, kebelet pengen punya. kemaren abiz ngobrol ma temen diwarrung kopi soal buku ini. ada yang mau nngirim bukunya ke aku???? tar gw ganti dwitnya. aku di kota kecil neh. see me in pink_punyapaina@yahoo.com

red rose said...

Jostein Gaarder is very delicious...yummyyyy...

Saat ini saya sedang "mengunyah" novel Gaarder yg berjudul MAYA.

enggar said...

wah, jadi pengin beli kang. Biasanya kan karya2 JG sarat dengan filsafat.Sepertinya menarik, apalagi dibilang serupa lima sekawan :)

Soe Warnai Bhumi said...

Saya penggemar berat sang penerjemah, Ridwana Saleh. alam untuk dia. Good Job.