Saturday, July 09, 2011

The Iliad of Homer

[No. 263]
Judul : The Iliad of Homer
Penulis : Homer
Penerjemah : A. Rachmatullah
Penerbit : ONCOR Semesta Ilmu
Cetakan : I, 2011
Tebal : 254 hlm

Tahukah Anda kalau di dunia ini ada dua kisah peperangan yang begitu melegenda dan abadi? Jika kita bagi dunia menjadi dua kultur (Barat dan Timur) di timur kita mengenal perang Bratayudha, sedangkan di kultur Barat kita mengenal kisah Perang Troya.

Jika Perang Brathayuda yang merupakan klimaks dari kisah Ramayana ditulis di India oleh Begawan Vyasa Dwaipayana pada 1500 SM, kisah perang Troya ditulis oleh Homer pada tahun 800 SM dalam dua buku karyanya yaitu The Iliad dan Oddysey. Sayangnya kedua buku itu belum mencakup seluruh kisah perang Troya yang berlangsung selama sepuluh tahun. The Iliad hanya menceritakan tahun-tahun terakhir pengepungan Troya sedangkan Oddysey menceritakan pulangnya Oddyseus, pahlawan bangsa Achean (Yunani) dari penyerbuannya ke Troy. Kisah-kisah lainnya tersebar dalam berbagai fragmen dan karya-karya sastra Yunani kuno lainnya.

Asal Mula Perang Troya

Konon Perang Troya yang dipercaya terjadi pada abad ke 13 atau ke 12 SM di sekitar Dadanelles – Turki ini bermula dari persaingan para dewi di kahyangan. Sautu saat dewi Hera, Athena, dan Aphrodite bertengkar tentang siapa diantara mereka yang tercantik. Karena tak ada kesepakatan mereka meminta bantuan pada dewa Zeus. Zeus lalu menyuruh mereka bertanya pada Paris, pangeran Troy yang terkenal jujur dan adil.

Masing-masing dewi berusaha mempengaruhi Paris agar memilih mereka sebagai yang tercantik, salah satunya yaitu Aphrodite yang menjanjikan Paris memperoleh seorang istri yang terkenal kecantikannya di dunia yaitu Helen dari Sparta. Tergiur oleh tawaran menarik Aprhrodite Paris memutuskan untuk memilih dewai Aphrodite sebagai dewai yang tercantik.

Singkat cerita Paris berangkat menuju Sparta dan menemui Menelaus raja Sparta , suami Helen. Ia pura-pura bertamu hingga di malam harinya dengan 'restu' dari dewi Aphrodite, Paris menculik Helen dan membawanya ke Troy.

Ketika Menelaus sadar bahwa istrinya telah diculik oleh Paris ia meminta bantuan kakaknya, Agamemnon (Raja Myceane) untuk merebut kembali istrinya. Agamemnon lalu memanggil seluruh pasukan kerajaan dan pahlawan-pahlawan Yunani seperti Achiless, Ulysees, Ajax, Nestor, Patroclus bergabung menyerbu Troy untuk merebut kembali Helen. Baginya ini bukan sekedar memperebutkan seorang wanita melainkan sebuah persoalan harga diri bangsa Yunani yang diinjak-injak oleh pasukan Troy. Maka berangkatlah pasukan koalisi Achean dengan 1000 kapalnya berlayar menuju Troy.

Selama sepuluh tahun pasukan Achean mengepung tembok pertahanan Troy, namun Troy tak berhasil juga direbut hingga akhirnya atas ide Odyyseus yang cerdik dibuatlah seolah-olah kapal perang pasukan Achean hendak berlayar pulang dengan meninggalkan sebuah ‘cenderamata’ berupa Patung Kuda. Oleh pasukan Troy, patung Kuda itu lalu diarak masuk ke dalam benteng Troy, mereka sama sekali tak menduga bahwa di dalam patung kuda besar itu bersembunyi 40 prajurit Achean.

Saat penduduk Troy tertidur lelap keluarlah 40 prajurit Achean dari patung kuda untuk membuka gerbang kota Troy sehingga seluruh pasukan Achean dapat masuk menyerang. Malam itu juga pasukan Achean melakukan pembantaian besar-besaran dan kota Troy pun jatuh ke tangan Achean dan Helen verhaduk dibawa pulang ke Sparta.

The Illiad

Dari keseluruhan legenda Perang Troy tersebut, The Iliad hanya menceritakan saat peperangan hampir berakhir. Tokoh sentral dalam Iliad adalah Achilles, Agamemon, dan Hector. Kisahnya dibuka dengan perseteruan antar sesama pasukan kolaisi Achean antara Raja Agamemnon dengan Achiles, salah seorang pajurit terbaik Achean. Konflik yang disebabkan karena Agamemnon menculik seorang pendeta wanita kuil Apollo yang merupakan tawanan Achilles membuat Achilles ‘ngambek’, mogok berperang dan memutuskan untuk tinggal dalam kemahnya kecuali jika pasukan Troy menginjak-nginjak perkemahannya.

Walau dibujuk oleh para dewa dewa Yunani dan beberapa koleganya untuk berdamai dengan Agamenom, Achiles menolak berdamai. Keegoisan dan kesombongan Achiles ini menyebabkan pasukan Achean terdesak oleh pasukan Troy.

Kekukuhan Achilles untuk menolak bertempur bersama Agamemon ke Troy akhirnya luluh ketika Patroclus, sepupunya gugur ketika berhadapan dengan Hector, pangeran Troy. Ia lalu bersumpah akan membunuh langsung Hector dengan tangannya sendiri.

Dengan amarahnya yang menggebu-gebu dan didorong oleh kesedihan yang luar biasa akibat kematian sepupunya akhirnya Achilles berangkat berperang dan berhadapan langsung dengan Hector. Achilles berhasil membunuh Hector. Tak puas dengan membunuhnya ia menyeret mayat Hector mengelilingi kota Troy dan membawa pulang jasadnya ke tendanya.

Raja Priam, ayah Hector tentunya tak tinggal diam, melihat jasad putra kesayangannya diperlakukan dengan keji oleh Achilless Ia segera menyelinap ke dalam tenda pasukan Achean untuk menemui Achiless dan memohon agar ia bisa membawa mayat anaknya untuk dikuburkan secara layak di kota Troy.

Review

Pada intinya kisah utama yang diceritakan Homer dalam The Iliad adalah kemarahan Achilles baik itu kepada Raja Agamemon maupun Hector, namun diluar kisah itu ada banyak kisah-kisah lain seperti bagaimana Oddyseus dan Diomedes memata-matai Troy, duel Menelaus melawan Paris, pertarungan Achilles dengan dewa penjaga sungai Schamander , dll yang semuanya menyiratkan ambisi, harga diri, keberanian, dan ketabahan para pahlawan-pahlawannya.

Sebetulnya perang Troy bisa cepat selesai jika saja Achilles tidak marahan dengan Agamemnon, panjangnya peperangan membuat kedua pihak kelelahan bahkan pasukan Achean sempat ingin mundur dari peperangan. Peran para dewa juga membuat perang semakin berkepanjangan. Maju mundurnya peperangan juga ditentukan oleh para dewa dan dewi. Dalam mitologi Yunani kuno manusia tak ubahnya seperti wayang yang dikendalikan oleh beberapa dalang sekaligus sehingga apa yang terjadi di bumi merupakan hasil kesepakatan dari para dewa, jika dewa-dewa saling konflik maka imbasnya akan terjadi pula di bumi.

Di kahyangan sendiri keberpihakan para dewa terpecah antara yang memihak pasukan Achean dan pasukan Troy. Masing-masing dewa mengatur langsung jalannya peperangan, mereka tak segan untuk turun ke bumi dan menyamar sebagai sahabat dekat orang yang ingin dipengaruhinya, selain itu para dewa juga bisa langsung membawa kabur jagoannya yang dalam keadaan terdesak sehingga jagoannya itu terhindar dari pedang lawannya

Buku yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ini merupakan terjemahan dari versi ringkasnya, sejatinya The Iliad merupakan puisi epik terindah yang pernah ditulis sepanjang sejarah yang terdiri dari 15.639 baris sajak. Namun karena yang menjadi dasar terjemahannya adalah versi ringkasnya maka keindahan puisinya menjadi hilang sehingga membaca The Iliad tak ubahnya membaca sebuah kisah perang semata.

Di buku ini juga terdapat puluhan nama-nama dewa berikut pahlawan Achean dan Troy beserta kisah-kisahnya. Bagi mereka yang tidak terbiasa membaca kisah mitologi Yunani tentunya hal ini akan sedikit menyulitkan baik dari nama-nama dewa/tokoh2nya yang sulit dieja maupun juga dari berbagai kisah dalam buku ini yang sebenarnya memiliki latar belakang kejadian yang tidak ditulis dalam The Iliad.

Jadi sebelum membaca The Iliad alangkah baiknya kita membaca dulu tentang kisah dan dunia mitologi Yunani agar lebih memahami apa yang melatarbelakangi kisah-kisah dalam The Iliad, atau mungkin ada baiknya penerbit dalam kata pengantarnya menyertakan juga sedikit mengenai latar belakang terjadinya Perang Troy dan bagaimana peran dewa-dewa di masa itu agar pembaca yang awam bisa lebih menikmati buku ini.

Ada beberapa kesalahan ketik ada dalam buku ini, walau tidak banyak namun hal ini seharusnya bisa dicegah pada saat porses proof reading buku ini. Dari segi terjemahan, ada dua kata yang saya rasa terjemahannya kurang tepat yaitu kata ‘suster’ (hal.. ?) dan kata ‘tidur bareng’ (hal 146).

Saya rasa menggunakan kata 'suster' dalam konteks yunani kuno tidaklah pas, rasanya lebih tepat jika digunakan kata ‘pengasuh’. Sedangkan kata ‘tidur bareng’ akan lebih elok jika diterjemahkan menjadi ‘tidur bersama’.

Namun terlepas dari itu, upaya menerjemahkan The Iliad ke dalam bahasa Indonesia patut diapresiasi dengan baik. Kita mungkin pernah membaca atau menonton Kisah perang Troy dalam berbagai versi namun membaca langsung perang Troy dari The Iliad ini tentunya memberikan sensasi tersendiri karena karya yang ditulis oleh Homer ribuan tahun yang lalu yang juga dianggap sebagai tonggak kesusasteraan dunia ini akhirnya dapat dibaca dalam bahasa Indonesia.

Tentang Homer

Homer, diperkirakan hidup di abad ke-8 SM, karena tidak ada data biografis mengenai dirinya maka tidak banyak yang diketahui tentang dirinya. Kita hanya tahu Homer berusia panjang, hidup dalam kemiskinan dan mengembara dari satu negeri ke negeri lainnya, dan ia bisa bertahan hidup dengan membacakan puisi-puisinya di setiap daerah yang ia singgahi.

Setelah kematiannya, Homer mendapat penghargaan yang sangat besar dari dunia. Lima puluh kota di Yunani mengklaim diri sebagai tanah kelahirannya; namun sebagian besar kalangan menganggap pulau Chi’os adalah negeri kelahiran Homer yang pasti bahasa yang digunakan dalam The Iliad & Oddysey menunjukkan bahwa Homer berasal dari Ionia, daerah sebelah timur laut Aegea.

Ada tradisi kuno yang teramat kokoh, berasal dari masa awal-awal Yunani, bahwa Homer itu buta. Tetapi, kehebatan yang tampak secara visual dari kedua sajak itu menunjukkan andaikan benar Homer itu buta, maka itu bukan bawaan dari lahir. Bahasa yang digunakan dalam sajak itu menunjukkan bahwa Homer berasal dari Ionia, daerah sebelah timur laut Aegea.

Ada beberapa ahli yang meragukan apakah The Iliad dan Oddysey itu meruapakan karya asli Homer. Pada abad-abad sebelum Homer memang banyak sajak-sajak yang lebih pendek mengenai Perang Troy yang yang digubah oleh penyair-penyair Yunani lain, dan Homer banyak mengambilnya dari karya mereka. Tetapi, Homer berbuat lebih jauh dari sekedar merakit Iliad dari sajak-sajak pendek yang sudah ada sebelumnya. Dia memilih, dia mengatur, dia menyempurnakan kata-kata dan menambahnya serta pada akhirnya melengkapinya menjadi hasil final dengan bakat sastranya yang genius.

Hingga kini The Iliad dianggap sebagai karya sastra tertua dari dunia Barat. Bahkan orang-orang Yunani sendiri mengakui pengaruh Homer dan tidak menganggap diri mereka berpendidikan kecuali jika mereka telah membaca karya-karyanya.

@htanzil

16 comments:

Fanda said...

Wah ketahuan nih, jadi seharian ini gak muncul di jagad twitter soalnya ngebut review ini ya? hehehehe....

Danny Luken said...

wah review yg bagus....lengkap banget hehehehe

htanzil said...

@Fanda : lagi sibuk fan, jd gak bs sering2 nge-twit,hehe

@Danny : Makasih ya, keep reading and writing yak!

helvry said...

wah..reviewnya keren om,
pembuka yang manis untuk mengetahui tentang Yunani :)

Review Buku said...

saya baca buku tentang perang troya ketika di SD. tentu dalam format yang lebih ringkas. saya tertarik dengan taktik perang yang menggunakan patung kuda itu. REVIEW YANG BAGUS

Aleetha said...

perang troya tahunya dari Film. Jadi ingat lagi setelah baca reviewnya rahib. hehehe

Erwin Wahyudi said...

mantap

RIo said...

test

ABAL said...

coba

yohan said...

wew.. ada kutu buku hohohoo...
peace hohoho
kunjungi my blog http://mixinfoyohan.blogspot.com/

Pelukis Cahaya said...

Mantap nih review buku nya.. Salam.. :)

Anonymous said...

mantab nih review nya...

www.tas-spunbond.com

Anonymous said...

Marte drehte sich um und stützte sich auf die Couch.
Meiner Mensch ist ein Gewohnheitstier. Schliesslich ist
das ebenso was intimes, privates, daher solltest Du
Dir auch für ein kennenlernen - selbst wenn es auf dieser live
livesex ist - schon zeit nehmen.

Besuchen Sie auch meine Homepage live strip gutschein

Toko Buku Online said...

saya baca buku tentang perang troya ketika di SD. tentu dalam format yang lebih ringkas. saya tertarik dengan taktik perang yang menggunakan patung kuda itu. REVIEW YANG BAGUS Toko Buku Online

Toko Buku said...

dapatkan buku Mitologi Yunani diskon 15%

Anonymous said...

Boleh nanya ga? Kalo mau cari buku ini dimana ya? Kayaknya udah jarang bgt