Thursday, August 18, 2011

Indonesia Merdeka Karena Amerika ?

Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan ke 66, saya posting ulang resensi buku ini. Selamat membaca :) Merdeka!

Judul : Indonesia Merdeka Karena Amerika ?
(Politik Luar Negeri AS dan Nasionalisme Indonesia, 1920-1949)
Penulis : Frances Gouda & Thijs Brocades Zaalberg
Penerjemah : Zia Anshor
Editor : Anton Kurnia
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
Cetakan : I, Agustus 2008
Tebal : 487 hlm

Judul buku ini sangat provokatif, beberapa kawan yang melihat buku ini ketika saya sedang membacanya umumnya akan berkomentar, “Ah, masa sih ?”, “Apa iya?”. Ketika saya menemukan buku inipun secara spontan saya berkomentar sama dan menjadi penasaran untuk membacanya. Apalagi ketika melihat nama penulisnya yang tak asing bagi saya, Frances Gouda, guru besar sejarah di jurusan Ilmu Politik Universitas Amsterdam - Belanda yang banyak menulis buku tentang sejarah Indonesia. Salah satu buku menariknya “Dutch Culture Overseas: Praktik Kolonial di Hindia Belanda, 1900-1942” telah diterjemahkan oleh Serambi pada beberapa tahun yang lalu.

Bagi kalangan awam, perjuangan memperoleh pengakuan kemerdekaan Indonesia merupakan murni buah perjuangan para pahlawan baik melalui perjuangan fisik maupun melalui jalur diplomatik. Namun disebagian kalangan lain terdapat sebuah mitos tak terhapus bahwa setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, pemerintah Amerika segera menyatakan dukungan politiknya terhadap Republik Indonesia yang baru berdiri. Hal ini malah dinyatakan oleh Presiden Bill Clinton dalam ucapan selamatnya pada saat peringatan 50 tahun Indonesia Merdeka (1995) . Mitos ini terus dipercaya di Belanda, dimana banyak orang Belanda masih berpikir bahwa bantuan Amerika Serikat terhadap kemerdekaan Indonesia pada 1945-1946 sangatlah besar dan Indonesia takkan mampu merdeka tanpa peran Amerika.

Bagaimana faktanya? Untuk itulah buku hasil buah pemikiran dan analisis Frances Gouda & Thijs Brocades Zaalberg yang dalam bahasa Inggrisnya berjudul American Vision of the Netherlands East Indies/Indonesia: US Foreign Policy and Indonesian Nationalism, 1920-1949 ini mencoba mengkritisi pendapat umum yang telah menjadi mitos tersebut.
Secara terstruktur Gouda membagi bukunya ini kedalam 9 bab yang dimulai dari tinjauan umum dan berlanjut dengan pembahasan sejarah yang makin khusus. Kedua bab pertama dipusatkan pada tahun-tahun 1945-1949. Bab pertama menyajikan pandangan umum atas kebijakan luar negeri AS sehubungan dengan Republik Indonesia dan sekutunya Belanda setelah berakhirnya Perang Dunia II, sementara bab kedua, menelaah cara-cara dan usaha kaum nasionalis Indonesia dan politikus Belanda merebut simpati Amerika untuk tujuan masing-masing.

Sadar akan kuatnya posisi Amerika Serikat dalam hubungan internasional paska Perang Dunia II. Para tokoh-tokoh politik Indonesia mencoba segala usaha untuk menarik simpati Amerika agar mendukung kemerdekaan Indonesia. Salah satu usaha yang dilakukan adalah mengutus beberapa perwakilan Republik Indonesia ke AS. Salah seorang diantaranya adalah Sudarpo Sostrosatomo, pemuda berumur dua puluhan berpendidikan tinggi yang pada 1949 ditugaskan untuk menjadi atase Pers di New York. Dengan cerdas Sudarpo membandingkan revolusi kemerdekaan Indonesia dengan revolusi Amerika melalui makalahnya yang berjudul “It’s 1776 in Indonesia” dan menyebarkannya kepada para wartawan, pejabat publik Amerika, dan perwakilan internasional di PBB. Perbandingan yang terlalu dipaksakan, namun makalah tersebut cukup menarik perhatian pejabat publik Amerika yang memang selalu mengagung-agungkan deklarasi kemerdekaan Amerika pada tahun 1776.

Sedangkan di dalam negeri, para pemuda nasionalis melakukan aksi coret-coret di spanduk dan tembok-tembok kota dalam bahasa Inggris, mereka tak asal corat-coret, melainkan mengutip kalimat-kalimat pidato tokoh kemerdekaan Amerika seperti Jefferson, Linchlon, dll. Mereka berharap coret-coretan tersebut bisa menarik simpati pasukan AS di Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga menerbitkan seri perangko bergambar arsitek utama Republik Indonesia yang disandingkan dengan para tokoh kemerdekaan Amerika, antara lain perangko bergambar George Washington berada dibelakang gambar Soekarno, Hatta bersanding dengan Abraham Lincoln, dan Sjahrir yang bersanding dengan Thomas Jefferson.

Walau segala usaha dilakukan untuk merebut simpati Amerika terhadap kemerdekaan Indonesia namun hingga akhir 1948 Amerika belum juga menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap kemerdekaan Indonesia.
Bab ketiga buku ini memusatkan perhatian pada masa 1938-1945, dimana pada masa tersebut, penilaian AS atas pemerintahan kolonial Belanda mencapai keseimbangan. Selain itu kenyataan agresi Jepang di Asia membuat para pembuat kebijakan AS mengakui nilai strategis dan ekonomis Indonesia.

Bab keempat dan kelima memeriksa atmosfer sosial, budaya, politik, serta tindakan pemerintahan di Indonesia dan Amerika Serikat paska Perang Dunia II. Saat itu perang dingin mulai mempengaruhi perspektif para pembuat kebijakan di Washington dan Den Hag, sementara para pejabat Republik Indonesia mencoba mencari jalan tengah antara perseteruan blok barat dan Soviet yang mulai tumbuh.

Di Bab keenam, buku ini menganalisis peran pasukan SEAC (South East Asia Comand, Komando Asia Tenggara) di bawah pimpinan Louis Mountbatten di Jawa dan Sumatera pada 1945-1946, juga kertelibatan Partai Buruh Australia dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hal ini berbarengan dengan dimulainya perundingan-perundingan diplomatis yang berlarut-larut antara Indonesia dan Belanda yang berbuahkan perjanjian Linggarjati yang rapuh pada Maret 1947. Beberapa bulan kemudian Belanda melanggar kesepakatan Lingarjati dan melakukan agersi militer. Kejadian ini memicu munculnya resolusi Dewan Keamanan PBB, sehingga menandai permulaan keterlibatan resmi AS dalam Komite Jasa Baik (Good Offices Commite, GOC) untuk menyelesaikan konflik Belanda – Indonesia. Hal ini kemudian dianjutkan dalam bab ketujuh yang memusatkan bahasan pada upaya-upaya Komisi Jasa Baik (GOC) yang dimotori AS yang berujung pada perjanjian Renvillle yang menguntungkan pihak Belanda.

Dari bahasan di ketujuh bab pada buku ini akan terlihat secara jelas bahwa AS sendiri masih gamang dan belum menentukan sikap yang jelas terhadap dukungannya kepada kemerdekaan Indonesia, hal ini berbeda dengan pendapat umum masyarakat AS melalui partai buruhnya yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Keraguan pihak AS semakin bertambah dengan kekhawatiran Indonesia yang akan menjadi negara komunis karena beberapa tokoh-tokoh revolusioner Indonesia seperti Amir Syarifudin, Muso, dll merupakan tokoh berhaluan kiri.

Pada akhirnya bab kedelapan dan kesembilan Gouda menganalisis pergolakan di Indonesia pada 1948 yang berpuncak pada pemberontakan PKI di Madium 1948. Pada tahun 1947, kabinet Amir Syarifudin mengikutsertakan partai-partai beraliran kiri, dan membuka hubungan diplomatik dengan Uni Soviet yang telah mengakui kemerdekaan Indonesia secara de jure. Tentu kiprah Amir Sjarifudin membuat Amerika khawatir Indonesia akan menjadi negara yang ke kiri-kirian. Untunglah di akhir Januari 1948 setelah Amir Syarifudin berhenti dari jabatan Perdana Menteri, kabinet Hatta yang menggantikannya tidak mengikutsertakan wakil-wakil partai kiri dalam pemeritahan koalisi barunya.

Seiring waktu, lambat laun terbukti bahwa pemerintahan Hatta ‘positif anti komunis’, hal ini diperkuat dengan keberhasilan Hatta menumpas habis pemberontakan PKI pada September 1948. Melalui peristiwa ini Amerika akhirnya menaruh kepercayaan pada pemerintah Indonesia. Dan mulailah kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika condong kepada Indonesia dibanding Belanda.

Keberpihakan Amerika pada Indonesia semakin nyata ketika tiba-tiba Belanda melakukan agresi militernya yang kedua sehingga dengan mantap pemerintahan AS yang dipimpin oleh presiden Truman mengubah sikapnya dari pro-Belanda menjadi pro-Indonesia.
Secara umum buku ini menarik untuk disimak karena pembaca diberikan berbagai fakta gamblang mengenai perubahan kebijakan luar negeri AS terhadap Indonesia dan pengaruhnya dalam percaturan politik internasional dimasa revolusi kemerdekaan Indonesia. Tampaknya kedua penulis buku ini mempersiapkan buku ini dengan riset yang mendalam. Mereka menyelisik sumber-sumber primer berupa arsip-arsip diplomatik Amerika, Indoneisa, Belanda, Australia, hingga arsip-arsip PBB. Hal ini tercermin dalam gamblangnya bahasan yang diungkap dan ratusan daftar sumber arsip dan pustaka yang berderet-deret hingga membutuhkan 11 halaman penuh untuk disajikan dalam buku ini.

Karenanya Gouda dan Zaalberg dengan yakin menyimpulkan analisisnya bahwa tekanan AS terhadap Belanda tak menyebabkan kemerdekaan Indonesia karena di tahun 1945-1947 sikap pemerintah AS masih pro-Belanda. Pendiri Republik Indonesia – terutama Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, dan Soekarno – berhasil mengamankan kemerdekaan Indonesia melalui kecakapan politik mereka yang luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan pelik. Namun harus diakui peran dan intervensi Amerika Serikat dalam persoalan Indonesia pada 1948-1949 memiliki pengaruh besar, tidak hanya mempercepat proses dekolonisasi Belanda, tapi juga mencegah Indonesia dan Belanda terlibat peperangan yang berkepanjangan yang tentunya akan menelan banyak korban.

Tema yang diangkat dalam buku ini memang bukan bahasan yang ringan, namun karena ditulis dengan lancar serta dilengkapi referensi langka dan detail personal sejumlah tokoh sejarah yang menarik, saya pribadi tak dibuat bosan dan menemui kesulitan dalam memahami buku ini. Tak banyak buku literatur sejarah yang saya baca hingga tamat, dan buku ini adalah salah satunya.

Bersyukur kini buku ini telah diterjemahkan dengan baik oleh penerbit Serambi sehingga buku yang wajib dimiliki oleh para pemerhati sejarah Indonesia ini akan memberi pembaca Inodnesia wawasan baru atas peran Amerika Serikat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia pada masa 1945-1949.

Salut juga untuk pencantuman judul versi Indonesianya yang sangat provokatif dengan menambahkan kalimat tanya - yang tidak tercantum di buku aslinya - “Indonesia Merdeka Karena Amerika?” yang tentunya memancing minat pembaca Indonesia untuk menemukan jawabannya di buku ini. Penerbit Serambi juga dengan cerdas mengganti cover asli buku ini yang menampilkan foto perangko Sjahrir dengan foto perangko Soekarno yang bersanding dengan George Washington. Hal yang tepat karena kini masyarakat Indonesia lebih mengenal Soekarno dibanding Sjahrir.

Namun sayangnya buku terjemahannya ini diciderai oleh beberapa kesalahan cetak. Selain kesalahan huruf, terdapat juga kesalahan penulisan angka tahun. Kesalahan yang fatal bagi sebuah buku bertema sejarah. Semoga hal ini bisa menjadi perhatian bagi proofreader penerbit Serambi agar lebih teliti lagi dan tidak terulang pada buku-buku lain.

@h_tanzil

30 comments:

dion_yulianto@blogspot.com said...

Buku bertema berat namun sepertinya asyik buat koleksi di rak buku. Msh dijual ngak ya mas?

helvry said...

wah..saya belum baca nih, padahal udah nangkring di rak, hehehe

htanzil said...

@Dion : coba kontak penerbitnya saja via websitenya, beli scr onlen sy kira masih ada.

@Helvry : mumpung masih hangat dgn semangat kemerdekaan baca deh buku ini ... :)

ansav said...

Salam MERDEKA, Tulisan anda kembali mengobarkan semangat nasionalisme saya. sebagai generasi penerus bangsa, sifat kritis dan waspada sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan NKRI.
Ansav last entry : ansav september 2011 ...

Cerpen Pahlawan Indonesia said...

Amerika mungkin saja membantu kita merdeka tapi itu setelah agresi militer Belanda. Bangsa kita memproklamasikan kemerdekaan tanpa bantuan negara asing !

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Anonymous said...

Amerika sudah banyak mengeluarkan bantuan dan dana bagi Belanda, namun Belanda masih dianggap gagal dalam memundukkan Indonesia (Islam), hal ini menjadikan Amerika merubah strateginya, yaitu lebih memilih orang Indonesia asli (Nasionalis ) untuk melaksanakan politik luar negrinya yang anti"Islam" dan ramah terhadap Amerika , yang seperti ini dinilai selain murah juga efektif, dan terbukti sampai sekarang.

Anonymous said...

wah share nue

Anonymous said...

Undenіably іmаgine that which you stаted.
Youг favouгіtе reason appеareԁ to be at thе web the
easіest fаctor to take note of. I ѕay
to yοu, I cеrtainly gеt annoyed whilst people
think about сoncerns that thеy just dо not know about.
You controlled to hit the nail upon the higheѕt
and οutlined out the еntire thing withοut having siԁе effect , fоlks can tаkе a ѕignal.
Will likelу bе bаck tо get morе.

Thank you

Reѵiеw my web site ... Engagement Rings

Anonymous said...

An intеrestіng discuѕsіon is worth comment.
Тhеre's no doubt that that you need to write more about this issue, it may not be a taboo subject but typically people do not talk about these subjects. To the next! Best wishes!!

Also visit my web-site: Eternity rings

Anonymous said...

You асtually make it seem sο easy along with your presentation
but Ι fіnԁ this matter to bе really one thing ωhich І think І might nеver understand.
It kind of feelѕ too complex anԁ extremely large for mе.
I'm having a look ahead for your subsequent submit, I will attempt to get the grasp of it!

Feel free to surf to my webpage payday loans

Anonymous said...

Apρreсiаte this post. Will try it out.



Here iѕ my web page - same day loans

Anonymous said...

I will rіght awау grаsp your rѕs feed aѕ I cаn't find your email subscription hyperlink or e-newsletter service. Do you've
any? Kindly lеt me гecognize ѕo that I сoulԁ subscribe.
Thankѕ.

Тake a looκ at my wеbsite ... payday loans

Anonymous said...

We're a bunch of volunteers and opening a brand new scheme in our community. Your website offered us with helpful information to work on. You'vе ԁone a formidable
process anԁ our whοle nеighbοгhood will likely be thankful to уou.



Аlso viѕit my blog :: payday loans

Anonymous said...

Hello! I јust wish to gіve уou а huge thumbs up foг your
great informatіоn you've got here on this post. I'll be coming back to yοur blog for moгe soon.


Also vіsіt my blog :: pay day loans

Anonymous said...

Faѕtidious resρonse іn return of this query with gеnuine aгgumentѕ and еxplаining the
whole thing abοut that.

my web ѕіte payday loans uk

Anonymous said...

I likе what уou guyѕ are usually uρ too.
Such clever woгk and exρoѕuгe!
Keep up the great wοrks guyѕ I've incorporated you guys to my own blogroll.

Stop by my blog post; payday loans

Anonymous said...

Every weekend i usеd to go to see this web page, for the reaѕon thаt i want enjoyment, since this this web sitе
conatіons truly nice funny stuff tοo.


my blog post: payday loans

Anonymous said...

Ρretty niсe post. I ϳuѕt stumbleԁ upon youг blog anԁ ωiѕhed to
say thаt ӏ hаve truly enjoyed brоwsing youг blog posts.

In any саѕe I ωill be subѕcribіng in your
fеeԁ anԁ I hope you write аgаіn
very soοn!

my weblog :: Instant Payday Loans

Anonymous said...

Ι was suggestеd thiѕ website through my cоusіn.
I'm not certain whether or not this put up is written by way of him as no one else know such distinctive approximately my problem. You'ге wonderful!
Тhanks!

Also visit my blοg; Same Day Payday Loans

Anonymous said...

Hello, Neat post. Τhere iѕ a problem аlong with yοuг
web site іn ωеb explorer, ωоuld teѕt
thіs? IE nonеtheless is the market chiеf and
а big section of folks will leaνе οut yοur fаntаѕtiс wrіting
becаuѕe of this problem.

Herе іs mу web-sitе - payday loans

Anonymous said...

Online video marketing is wonderful thing for the net marketing expert
who will thrilled to utilize this expansive, long-term activity supply.
Virtually all oscilloscope gamers are hands down mostly enthusiastic about the way in which style "displays" indications.
Manages car park but website vistors. Export the situation and as a result drop this as
dreams with a specific Cd / dvd.

Here is my weblog: bunn potless coffee maker

Anonymous said...

It's truly very complex in this active life to listen news on TV, therefore I simply use the web for that purpose, and take the latest information.

Also visit my webpage - panasonic oven toaster

Anonymous said...

A great juice extractor selling carries on using place on the.
Them purees, liquefies along with fuses one particular of the ingredients.
It is really an enjoyable buyer due to juicing are generally a time-consuming and then flashy responsibility,
but unfortunately will do it live up to her guarantee and what can also prospects amazingly trust
utilizing system? During the warm yr, folks always pull together beverages inside the home
the perfect time to significantly more hygienic than having some patio seo.
It offers a superior includes by way of example go out alternative, hassle-free and budget-friendly mix push, metallic cutters, high-low heart
rate selection and as a consequence let down tab, shock signals overall body,
easily removed package and maybe a spout so that it will allocate smoothy.



Have a look at my web site nesco american harvest juicer

Anonymous said...

Whether you plan to produce fabulous pizza pie money,
superb frozen goodies, as well normal additionally warming up sauces your current Ninja food processor 1100 can these people.
Margarita fitness equipment could be an honest serve in the area of which makes stiff shoulder manipulation margaritas as well
as other immortalized wine beverages, however ,, excepting worth spending uncertainty away from
making up results in frozen margaritas, you'll find second important advantages have at least generic home mixers could have not came to you. End the new cycling thanks to substandard quality food plan. Juicer foods word of advice: Tropical drink kiwi moisture once making juice.

Here is my weblog; best blenders

Anonymous said...

This device comes with sort of regarding toaster oven are
designed using primary pricier specs really like two regulators (ability to
make full use of two plug-ins about toaster ovens one-by-one),
removable containers for convenient cleanup up, multi-function to defrosting and even toasting bagels and additional substantial
plug-ins with regards to toasting distinct bread.
This could certainly get flabby hailing from bird that is definitely
naturally criminalized. the price of gasoline flare coming from a replacement burners are gold, could be ignored
that adequate o2 is publicly stated to make the
careful combine.

Feel free to surf to my site :: toastmaster automatic toaster

Anonymous said...


http://bit.ly/11E6sdj During the incident, you should be sure not to admit any liability to the other parties. And don't forget why you're taking out the insurance in the first place - a high level of cover for vets' bills is probably more important than a host of minor fringe benefits.