Wednesday, November 30, 2011

Buku-Buku yang Mengubah Dunia

[No. 277]
Judul : Buku-Buku yang Mengubah Dunia
Penulis : Andrew Taylor
Penerjemah : O.V.Y.S. Damos. S
Penerbit : Erlangga
Cetakan : I, 2011
Tebal : 220 hlm


Bagaimana kita dapat mengubah dunia? Para pemimpin militer atau para pemimpin dunia kerap menggunakan senjata dan pengaruh mereka untuk mengubah peta perpolitikan dunia, para ilmuwan menemukan temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, orang-orang kreatif seperti Bill Gates, Steve Jobs membuat dunia seakan semakin menyempit dan dengan cepat kita dapat mengetahui apa yang terjadi di belahan dunia lain dalam hitungan detik. Lalu bagaimana dengan buku ? sanggupkah sebuah buku mengubah dunia?

Buku adalah kunci peradaban, sejak ribuan tahun yang lampau, buku dalam bentuk yang paling sederhana hingga buku elektronik telah menjadi sarana bagi para filsuf, teolog, sejarahwan, ilmuwan, dan sastrawan untuk menyebarluaskan ide-ide mereka. Mereka berharap ide-ide mereka dapat dibaca di masa buku itu ditulis maupun di masa depan dari generasi ke generasi.

Buku dengan sendirinya cepat atau lambat akan menyebarluaskan ide-ide penulisnya ke seluruh dunia, tidak hanya bagi orang yang membacanya langsung, melainkan juga pada orang-orang yang tidak pernah membuka-buka halamannya sekalipun. Pertanyaannya sekarang buku apa yang berpengaruh pada perubahan dunia?

Sudah banyak orang atau lembaga literasi yang membuat daftar buku-buku yang mempengaruhi dunia, salah satunya adalah Andrew Taylor, jurnalis Inggris yang pada tahun 2008 menerbitkan buku berjudul Books That Changed The World . Di bukunya ini Taylor memilih 49 buku dari berbagai genre mulai dari puisi, politik, fiksi, filsafat, teologi, antropologi, ekonomi, hingga fisika. Semua itu diyakininya dapat mewakili bagaimana buku-buku itu mempengaruhi dunia baik dari nilai-nilai moral, kemanusiaan, alam semesta, teknologi, perekonomian dunia, hingga bagaimana seharusnya sebuah pemerintahan berjalan .

Dalam bukunya ini Andrew Taylor mengupas ke 49 buku yang dipilihnya secara kronologis berdasarkan tahun terbit mulai dari Iliad yang diyakini sebagai karya puisi epik tertua di dunia Barat yang ditulis oleh Homer pada abad ke 8 SM hingga seri pertama novel Harry Potter : Harry Potter and the Philospoher ‘s Stone pada tahun 1997 yang memecahkan rekor dunia sebagai buku terlaris dimana hingga buku ini ditulis telah terjual sebanyak 400 juta eks dalam 67 bahasa dan menjadi awal dari sensasi terbesar penerbitan di era modern.

Dalam buku ini, Andrew Taylor menempatkan tiap buku dan pengarangnya dalam konteks sejarahnya, meringkaskan isi buku yang dibahas, serta menjelaskan pengaruh dan warisan dari buku-buku tersebut pada dunia baik dimasa buku itu terbit hingga kini. Sebagai contoh antara lain bagaimana dengan tersedianya Alkitab dalam bentuk cetakan akan menandai revolusi politik dan sosial di Eropa ketika masyarakat awam mulai mempertanyakan kewenangan lembaga keagamaan dalam sistem pemerintahan negara. Risalah-risalah politik abad ke 18 yang terdapat dalam Common Sense ( 1776 ) karya Thomas Paine memberikan kesadaran baru akan kemerdekaan sebuah negara, atau bagaimana kutipan2 pidato Mao Zedong yang dibukukan dalam Buku Merah (1964 ) telah turut memberikan andil dalam revolusi kebudayaan dan penindasan rakyat di negerinya.

Di ranah fiksi kita akan melihat bagaimana novel Uncle Tom’s Cabin (1852) karya Harriet Beecher Stowe yang mengisahkan derita para budak Afrika di Amerika dapat mempengaruhi jutaan orang dan dunia internasional untuk melawan sistem perbudakan. Atau bagaimana novel Christmast Carol (1834) karya Cahrles Dickens telah menciptakan citra populer tentang Natal yang terus bertahan hingga kini.

Selain kaya akan informasi, kemasan buku ini juga sangat menarik, dicetak diatas kertas art paper yang mengkilap dengan kualitas foto-foto yang tajam dan tersaji dalam ukuran folio, sampul hard cover lengkap berserta jacket buku dengan tampilan yang menawan membuat buku ini layak dikoleksi dan dapat bertahan lama melintasi perjalanan waktu.

Sebagai tambahan, khusus untuk edisi bahasa Indonesianya, selain ke 49 buku yang dibahas, penerbit Erlangga menambahkan bab khusus berjudul 4 buku yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia yaitu Nagarakertagama, Sutasoma, Max Havelaar, dan buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Sayangnya penerbit tak memberikan pengantar yang menjelaskan mengapa ke-4 buku tersebut yang dimasukkan kategori buku yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Kritik untuk buku ini adalah soal terjemahannya yang menurut saya agak sukar dimengerti sehingga perlu perhatian ekstra untuk memahami beberapa deskripsi tentang buku-buku yang dibahas. Foto-foto yang tersaji dalam buku menarik, namun tidak semua foto menampilkan foto buku yang dibahas. Walau kesemua fotonya masih memiliki keterkaitan dengan buku yang dibahas namun akan lebih bermanfaat kalau di setiap buku yang dibahas ada foto edisi pertama dari buku tersebut sehingga pembaca akan mengetahui seperti apa tampilan buku-buku tersebut saat pertama kali diterbitkan.

Selain masalah terjemahan dan foto, di kata pengantar buku ini disebutkan bahwa buku ini berisi 50 judul buku-buku yang mengubah dunia, tetapi setelah saya hitung ternyata hanya ada 49 buku! Kemana satu buku lagi? Apakah kata pengantarnya yang salah atau ada satu buku yang alpa dimuat dalam buku ini? Entahlah.

Terlepas dari itu bagi para pecinta buku dan kolektor buku, selain buku ini sangat pantas untuk dikoleksi, buku ini juga dapat menjadi bacaan yang kaya akan informasi mulai tentang penulisnya, isi bukunya, sejarah penerbitan, dan sebagainya. Yang pasti melalui buku ini kita akan mengetahui bagaimana buku dan ide-ide yang dituangkan di dalamnya telah mengubah masyarakat dan dapat mempengaruhi dunia dengan caranya masing-masing.

Bentuk buku bisa berubah, namun ide dan karya yang ditulis di buku akan tetap bertahan, entah itu dalam bentuk perkamen, buku cetak, buku elektronik, dan entah apa lagi wujudnya. Buku-buku yang mengubah dunia dari generasi ke generasi akan terus bergema dan dibaca orang, bahkan mungkin beberapa diantaranya masih relevan dan terus mengubah masa depan. Karena buku adalah kunci peradaban!

@htanzil

13 comments:

annisaanggiana said...

"Nagarakertagama, Sutasoma, Max Havelaar, dan buku Habis Gelap Terbitlah Terang"

Belum baca semuanya :)

zpudjiastuti said...

jadi pingin beli bukunya Mr Taylor :D

Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh said...

Kalo di gramedia bisa liat ga ya bukunya

Aleetha said...

sama seperti mba Nisa, buku yang menurut Erlangga berpengaruh di Indonesia, satupun blom ada yang aku baca. Penasaran ma bukunya Max Havelaar.

Yakin nggak salah hitung, hib?

okeyzz said...

Wah, uncle's tom cabin juga masuk sebagai buku yg mengubah dunia! Penasaran jadinya...

Penikmat Buku said...

pengen beli, tapi harganya aduhai sekalee

htanzil said...

@penikmat buku : beli lanngsung di eureka books www.eurekabookhouse.com/ dapet disc 30%

jasa penerjemah tersumpah said...

sedikit duit buat beli buku, membekas ilmu selama-lamanya...salam kenal n sukses selalu.thanks

Jodhi said...

Mungkin, cuma sekedar mengira-ngira, penulis buku ini berharap bukunya yg jadi buku ke-50, hehehe....
Iya gak sih?

Iklan Baris said...

ikut menyimak artikelnya Gun :-)

silahkan juga mampir ke: Iklan Baris gratis tanpa daftar :-)

okeyzz said...

Aku lihat buku ini pas kemarin mampir di Gramedia. Buku Sutasoma juga masuk dalam daftar lho

chiekecil said...

bisa dapet buku2 langka dimana ya?

kiki vega cobus part II said...

JADI PENGEN