Thursday, October 03, 2013

Nightmare in the Snowfields by Mutiq Jujazki

[No. 319]
Judul : Nightmare in the Snowfields
Penulis : Mutiq Jujazki
Penerbit : Leutika Pro
Cetakan : I, Agustus 2013
Tebal : 163 hlm


Nightmare in the Snowfileds adalah novel horor thriller karya Muntiq Jujazki (19 thn)  mahasiswi jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti  yang menggemari karya-karya  R.L Stine (penulis novel horor remaja).  Dalam novel debutnya yang memiliki setting di sebuah negara bersalju ini Muntig  mengisahkan tentang Jowy Bright, pemuda berusia 17an tahun yang melewati libur musim dingin dirumah bibinya yang berada di desa Scar Winter. Di desa itu terdapat sebuah legenda tentang Wanita Salju yang mencoba bertahan hidup dengan cara menyerang dan meminum darah lelaki di desa itu.

Baru saja beberapa hari berada di sana Jowy sudah mengalami hal-hal aneh dan tidak menyenangkan, dimulai dari kemunculan sesaat sosok wanita di balkon kamar tempat ia menginap, seorang yang tak dikenal yang berada di rumah bibinya, hingga seorang gadis yang tiba-tiba melempar bola salju hingga menciderainya.

Kejadian-kejadian aneh itu membuat  Jowy menaruh curiga pada legenda Wanita Salju di desa tersebut, hal ini juga membuat liburannya tidak tenang apalagi setelah ia menyaksikan bagaimana temannya tewas secara mengenaskan, dan seorang temannya lagi hilang setelah mendengar suara bisikan aneh yang berasal dari dalam hutan. Tidak hanya itu jiwanyapun merasa terancam karena sosok wanita salju itu terus membuntuti dan menampakkan diri padanya.

Apakah legenda Wanita Salju itu memang ada, dan pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan oleh si Wanita Salju?.  Bersama temannya Jowy mencoba menemukan wanita salju dan mencoba melenyapkannya sebelum ia sendiri menjadi korban berikutnya.

Sebagai novel debutan bergenre horor thriller, novel ini saya rasa cukup membuat pembacanya merasakan penasaran akan legenda wanita salju disertai ketegangan yang kian memuncak di bebeapa bab terakhir novel ini. Hanya saja ada beberapa  hal yang bagi saya pribadi menjadi ganjalan sepanjang saya membaca novel ini.

Yang pertama adalah ilustrasi novel. Dari segi cover saya merasa puas karena saya rasa covernya mewakili sisi kemisteriusan dan horor yang terdapat dalam novel ini . Sayangnya  ilustrasi yang muncul di setiap awal bab yaitu  sosok wanita yang mengenakan jaket musim dingin tidak menimbulkan kesan horor dari novel ini karena sosok wanita tersebut tampil dengan senyumannya. Kalau toh sosok itu dimaksudkan untuk menggambarkan kemisteriusan si Wanita Salju, saya rasa ilustrasi tersebut justru jauh dari kesan misterius.

Kedua, mengenai tokoh sentral novel ini yaitu Jowy Bright, walau dikisahkan Jowy adalah pemuda berusia 17 tahunan dan telah duduk di bangku SMA tapi dari dialog dan narasi antara Jowy dengan orang tuanya yang terlihat protektif  menimbulkan kesan bahwa Jowy berusia lebih muda (antara 12-13 tahun). Saya juga merasa sosok Jowy di novel ini kurang maskulin, karena sepanjang pembacaan novel ini  saya selalu merasa bahwa Jowy adalah seorang wanita :)

Ketiga, di novel ini diceritakan bahwa si Wanita Salju ternyata memiliki keterkaitan dengan masa kecil Jowy. Bahkan ada sebuah peristiwa mengerikan yang dilakukan si wanita salju yang penah dilihat Jowy di masa lalunya. Walau kejadian itu baru benrlangsung 5 tahun yang lalu namun dikisahkan bahwa Jowy benar-benar lupa akan kejadian mengerikan tersebut. Rasanya agak aneh kalau kejadian mengerikan yang baru berlalu 5 tahun yang lampau itu dengan mudah terlupakan oleh Jowy.  Mungkin akan lebih menarik jika memang Jowy lupa akan kejadian detailnya  namun kelebatan-kelebatan peristiwa masa lalu yang pernah dialaminya tersebut tiba-tiba muncul ketika ia berada di Scar Winter sehingga kesan misteriusnya lebih kentara.

Demikian beberapa hal yang menjadi catatan saya ketika membaca novel ini, selebihnya sebagai novel debutan, novel ini bisa dikatakan menarik apalagi dengan ending yang sama sekali tidak terduga dan mengecoh pembacanya sehingga bagi mereka yang menyukai novel horor thriller novel ini layak dibaca dan dikoleksi.

Selain itu keberanian penulis untuk menulis dalam genre yang  jarang disentuh oleh penulis-penulis lokal tentunya membawa angin segar bagi dunia fiksi kita. Jika penulis bisa konsisten menulis dalam genre ini dan terus mengasah diri dalam hal karakater tokoh, plot, dan endingnya saya percaya kita akan memiliki novelis horor thriller yang namanya patut diperhitungkan.

@htanzil

1 comment:

Hon BookStore said...

Salam kenal!!
Info yang sangat bagus!! Good info!! :)

Dapatkan buku2 novel terbaru, seperti "Crazimolazy ", hanya di Hon Book Store

Silahkan kunjungi dan pilih2 buku berkualitas lainnya dari penerbit-penerbit kota pelajar Yogyakarta di : www.honbookstore.com
Dapatkan diskon gede2an hingga 15%. :D

Jangan lupa silahkan tinggalkan jejak alias komen di : Hon Book Store :)