Friday, October 17, 2014

Ibu, Doa yang Hilang by Bagas D. Bawono

[No. 343 ]
Judul : Ibu, Doa yang Hilang
Penulis : Bagas D. Bawono
Penerbit : Zettu
Cetakan : 2014
Tebal : 233 hlm
ISBN : 978-602-1298-54-1

Ibu, Doa yang Hilang adalah sebuah kumpulan kisah nyata yang dialami oleh penulisnya tentang bagaimana ibunya, seorang single mother yang telah menjadi janda di usia 37, saat penulis masih berusia 8  tahun berjuang membesarkan kedua anaknya dalam kesendirian.

Buku ini memuat 29 kisah inspiratif tentang keseharian yang dialami penulis dengan ibu tercinta beserta keluarganya mulai dari kenangan paling awal ketika keluarga penulis masih lengkap, meninggalnya sang ayah, perjuangan tanpa lelah dan suka duka seorang ibu yang membesarkan kedua anaknya hingga dewasa,  hingga kisah bagaimana akhirnya sang ibu berpulang ke haribaan-Nya beserta kenangan-kenangan manis dan teladan yang ditinggalkannya.

Karena ditulis oleh orang yang mengalami langsung dan ditulis dalam kalimat-kalimat yang sederhana tentang kisah-kisah keseharian yang mungkin pernah kita alami juga maka seluruh kisah dalam buku ini terasa dekat dan begitu kuat menyentuh hati pembacanya. Selain itu, seluruh kisah dalam buku ini juga sarat dengan contoh keteladanan figur seorang ibu yang bisa menginspirasi kita semua untuk berjuang tanpa lelah demi anak-anak kita, selain itu

Masing-masing kisah dalam buku ini juga ditulis dengan tidak terlalu panjang sehingga diperlukan waktu yang tidak terlalu lama untuk membaca seluruh kisah inspiratif yang ada dalam buku ini. Sayangnya ke 29 kisah dalam buku ini tidak ditulis secara kronologis waktu sehingga terkesan melompat-lompat, maju-mundur dari satu kisah ke kisah yang lainnya. Yang terasa agak mengganggu adalah di kisah-kisah akhir yang menceritakan masa-masa akhir hidup sang ibunda. Setelah dikisahkan sang ibu telah meninggal tiba-tiba di kisah berikutnya sang ibu diceritakan masih ada. Mungkin akan lebih baik jika kisah-kisahnya disusun berdasarkan kronologis waktu.

Namun terlepas dari hal itu buku ini saya rasa sangat baik untuk dibaca dan dimaknai oleh kita semua baik itu para ibu maupun kita yang  adalah anak-anak yang dilahirkan dari rahim seorang ibu. Melalui buku ini kita akan disadarkan akan arti ketulusan cinta suci dan keteladanan dari seorang ibu hingga akhir hayatnya. Selain itu di buku ini ada banyak kutipan-kutipan inspiratif yang juga dituliskan kembali di lembar khusus di setiap akhir kisahnya, hal ini tentunya akan memudahkan kita untuk menemukan dan membaca kembali kutipan-kutipan inspiratif yang ada di tiap kisahnya.

Bagi para orang tua, khususnya para single mother buku ini tentunya sangat mengisnpirasi dan dapat menjadi sebuah penyemangat sekaligus menyadarkan bahwa dalam kondisi sesulit apapun mendidik anak-anak haruslah menjadi prioritas utama dan tugas mulia yang harus terus dilakukan dan diperjuangkan hingga akhir hayat. 

"Bukankah Tuhan yang memilihku untuk mengantarmu ke dunia ini. maka, jika aku mendampingimu dalam mengarunginya, itu adalah bagian tugas muliaku" 

@htanzil



2 comments:

Rendra Alkundury said...

Goresan kalam yang semoga ruah-melimpah berkah, menjadi pelengkap amal dialam barzah,

menjadi amal jariyah bagi sesiapa yang ringan mata membacanya, memperluas jangkauannya, serta menambah nilai kebermanfaatan nan faedah,

indah kalam saat bermadah, alangkah elok mengusir hati rungsing yang kian gundah.

sile pijakkan langkah di tempat kami bermastautin:
sebelumkeringtintadanpatahkalamku.blogspot.com/
http://rudi-rendra.blogspot.com/

salam Madah Melimpah faedah.

Outbound said...

Doa yg menyentuh. Utk saat ini saya berdoa utk Presiden kita baru Pak Jokowi