Wednesday, April 29, 2015

Bandung 1955 : Moments of Asian African Conference

[No.355]
Judul : Bandung 1955 - Moments of Asian African Conference
Fotografer : Paul Tedjasurja
Kurator : Galih Sedayu
Penerbit : Air Foto Network
Cetakan : I, April 2015
Tebal : 80 hlm
ISBN : 978-602-14408-3-4

Buku Bandung 1955 ini  merupakan buku foto karya fotografer senior Paul Tedjasurja (85 thn) yang berisi foto-foto suasana Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955. Saat itu Paul tercatat sebagai fotografer lepas pada beberapa media cetak di Bandung, di antaranya Majalah Gembira, Preanger Foto, dan Pikiran Rakyat. Dengan  kamera Leica III F seberat 1,5 kg ia berhasil mengabadikan momen-momen KAA 1955 ke dalam 300 lembar foto. Sayangnya ada banyak foto beserta negatifnya yang hilang karena dipinjam oleh orang yang mengaku dari pemerintah dan tak pernah kembali sehingga dari 300 foto yang ada hanya 70 foto yang masih ada hingga kini.

Dari 70 lembar foto tersebut dipilihlah 63 foto  (foto persiapan menjelang KAA, kedatangan para delegasi, suasana sidang, jamuan makan, serta antusias masyarakat saat menyaksikan para delegasi KAA) untuk dimasukkan ke dalam buku yang dikuratori oleh Galih Sedayu, pegiat fotografi, pendiri dan pengelola Air Foto Network .

Sebelum menikmati puluhan  foto-foto hitam putih hasil jepretan Paul Tedjasurja kita akan disuguhkan sebuah narasi pendahuluan yang berjudul Litani Paul Tedjasurja Bagi Peringatan Konperensi Asia Afika. Bagian ini berisi pengalaman Paul Tedjasurja saat memotret KAA 1955 beserta biografi singkat sang fotografer. Selain itu ada pula kutipan dari majalah Gembira tanggal 11 Februari 1956 yang memuat profil Paul. Dari kutipan tersebut kita bisa mengetahui bahwa Paul adalah fotografer yang cukup terkenal di masa itu.

Bagi penduduk kota Bandung dan sekitarnja ia sudah tjukup dikenal. Baik dikalangan djembel maupun dikalangan ningratnja. Atau bagi parapeladjari mahasiswa maupun diorganisasi bahkan sampai kepada kalangan Angkatan Perangnja. 
(hlm. 4)

Selain seorang fotografer ternyata Paul juga menggermari filateli dan beliau adalah orang pertama di Indonesia yang memadukan obyek foto dengan filateli dan autogram. Di bagian ini kita juga akan mendapati sejarah singkat KAA dan isi Dasa Sila Bandung.

Setelah narasi pendahuluan yang ditulis oleh Galih Sedayu barulah kita menikmati foto-foto jepretan Paul Tedjasurja yang disusun secara kronologis dimulai dari  foto kedatangan Presiden Sukarno di Bandara Husein Sastranegara untuk memeriksa kesiapan KAA 1955, kedatangan para delegasi, suasana diluar gedung Merdeka, suasana sidang di Gedung Merdeka dan Gedung Dwi Warna, hingga jamuan makan di Gedung. Pakuan. Diantara foto-foto terdapat juga beberapa quote dari Presiden Sukarno menghiasai jeda antar satu tema foto ke tema berikutnya.

Dari ke 60 foto-foto yang ada di buku ini ada banyak hal-hal yang menarik jika kita perhatikan, misalnya bagaimana antusias warga Bandung menyambut KAA dan bagaimana saat itu panitia mengizinkan warga Bandung untuk melihat para delegasi dari jarak yang begitu dekat. Hal itu terlihat dari foto-foto ribuan warga tampak berkumpul di sekitar Gedung Merdeka. Kondisi ini sangat berbeda dengan peringatan KAA ke 60 thn yang baru saja berlangsung dimana wliayah Gedung Merdeka dan sekitarnya merupakan wilayah yang harus steril dari masyarakat umum.



Ketika konferensi sedang berlangsung, Paul tidak hanya membidik suasana kaku dan serius para anggota delegasi melainkan juga tampak terlihat suasana santai dari para peserta delegasi saat menunggu konferensi dimulai. Yang menarik adalah sajian di meja masing-masing perserta sidang, selain air putih ternyata ada juga disediakan rokok dan asbaknya, uniknya rokok (sepertinya rokok kretek) tersebut diletakkan di dalam gelas. Ternyata saat itu merokok dalam ruang konferensi diizinkan oleh panitia.



Para wartawan dan petugas keamananpun tak luput dari bidikan Paul, di buku ini kita bisa melihat kesibukan para wartawan spada saat peserta delegasi datang,  mewawancarai peserta delegasi, dan suasana di balkon Gedung Merdeka dimana para wartawan ditempatkan. Bagaimana repotnya petugas keamanan mengamankan agar warga Bandung tetap tertib pun tak luput dari jepretan Paul.

Suasana berseri jamuan manan malam di Bale Pakuan juga ditampilkan di buku ini, dari foto ini tampak jamuan makan malam disajikan secara parasmanan sehingga para peserta delegasi harus antri mengambil makanannya sendiri, hal ini berlaku juga buat para pemimpin/kepala negara.



Masih banyak hal-hal menarik yang bisa kita lihat dari seluruh foto yang ada di buku ini. Beberapa foto mungkin sudah sering kita lihat baik di media-media cetak maupun media onlen, namun ada juga beberapa foto yang mungkin baru pertama kali kita lihat dan ini menjadi salah satu keunggulan buku ini. Semua foto-foto dalam buku ini tersaji secara sempurna di atas kertas art paper dengan berbagai ukuran dari ukuran terbesar  21 x 15 cm  hingga yang terkecil dengan ukuran 8,5 x 6 cm

Buku ini sangat baik dikoleksi oleh para pecinta sejarah dan fotografi, namun ada beberapa hal yang mungkin menjadi kekurangan buku ini, yang pertama adalah tidak adanya foto Paul Tedjasurja saat meliput KAA 1955 yang saat itu masih berusia 25 tahun. Padahal Paul sendiri pernah berfoto bersama Presiden Sukarno saat itu. Foto tersebut tentunya cocok untuk disajikan di bagian narasi pendahuluan dimana dikisahkan pengalaman Paul saat meliput KAA 1955

                                             photo by galih sedayu

Kedua, dalam buku ini tidak ada satupun foto Historical Walk yang dilakukan para delegasi dari Hotel Homan menuju Gedung Merdeka, apakah memang Paul tidak sempat memotret momen bersejarah tersebut? rasanya tidak mungkin ya. Lalu kenapa tak satupun foto  Historical Walk dimuat dalam buku ini? Atau mungkin foto-foto Historical Walk KAA 1955 itu termasuk foto-foto yang hilang dipinjam orang? sayangnya hal ini tidak dijelaskan dalam kata pengantar buku ini.

Yang ketiga adalah judul buku ini yang menggunakan bahasa Inggris. Karena seluruh isi buku ini menggunakan bahasa Indonesia mengapa judulnya harus menggunakan bahasa Inggris?

Keempat, karena perhelatan KAA adalah perhelatan Internasional dan adanya rencana pemerintah Indonesia untuk membawa foto-foto karya Paul Tedjasurja ke UNESCO untuk dijadikan warisan dunia Memory of The World alangkah baiknya buku ini dibuat dalam dua bahasa (Inggris-Indonesia) sehingga bisa buku ini juga bisa dinikmati tidak hanya oleh pembaca Indonesia saja.

Terlepas dari kekurangannya buku ini tentunya menjadi jejak literasi dari pelaskanaan KAA 1955. Buku ini juga menjadi buku foto pertama terkait pelaksanaan KAA sehingga menjadi pelengkap bagi buku-buku yang bercerita tentang sejarah KAA yang telah banyak beredar.

Walau foto-foto Paul dalam buku ini mungkin sudah sering kita lihat baik di media cetak maupun internet namun kehadiran buku tetaplah bermanfaat untuk ini merangkum sebagian kecil foto-foto Paul yang tersebar di berbagai media cetak dan online. Terlebih itu bagi generasi muda buku ini akan sangat berharga untuk mengenal lebih dalam lagi sejarah KAA 1955 melalui foto di mana Indonesia pernah berperan aktif dan menjadi pelopor dalam menjaga dan mengusahakan keharmonisan dunia.

@htanzil

4 comments:

leo said...

trimakasih infonya,,,
sangat bermanfaat,,
mantap,,

sherlina halim said...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi wwwasianbet77com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : asianbet77@yahoo.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
http://asianbet77.com/

Candra Kirana said...

This information is very helpful thank me :D :D

visit back my website ^_^
biro jasa stnk
biro jasa sim
biro jasa bpkb
biro jasa perizinan

IBU WINDA DI GARUT said...

kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
dan terima kasih banyak kepada AKI atas nomor togel.nya yang AKI
berikan 4 angka 7830 alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
sekali lagi makasih banyak ya AKI… bagi saudara yang suka main togel
yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,di no (((082-313-336-747)))
insya allah anda bisa seperti saya…menang togel 275
juta, wassalam.


dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....







Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


1"Dikejar-kejar hutang

2"Selaluh kalah dalam bermain togel

3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel


4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat


5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
tapi tidak ada satupun yang berhasil..







Solusi yang tepat jangan anda putus asah....AKI SOLEH akan membantu
anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
butuh angka togel 2D 3D 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
100% jebol
Apabila ada waktu
silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: (((082-313-336-747)))




atau klik langsung di KLIK DSINI BOCORAN TOGEL



angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/



angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/



angka GHOIB; malaysia



angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/



angka GHOIB; laos