Tuesday, January 31, 2017

Lost in The USA

[No.372]
Judul : Lost in The USA - Perjuangan Seorang Remaja Menaklukkan Amerika dengan Modal Pas-Pasan
Penulis : Fathi Bawazier
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, 2016
Tebal : 276 hlm
ISBN : 978-602-03-2687-0

Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulisnya, Fathi Bawazier selama ia mengadu nasib di Amerika pada tahun 1984-1991. Saat ini penulis berprofesi sebagai direktur percetakan besar Cipta Grafika, speaker, dan motivator. Novel ini menceritakan pengalaman tokoh Fathin, remaja badung yang oleh teman-teman SMA nya dijuluki sebagai 'Anak Garpu' karena menggunakan garpu makan sebagai sisir untuk merapikan rambut kribonya dalam mewujudkan mimpinya untuk dapat menuntut ilmu sambil bekerja di luar ngeri.

Selepas lulus dari SMA sebenarnya Fathi berniat melanjutkan ke ITB atau UI, sayangnya karena tidak diterima di universitas favoritnya Fathi dengan nekad memutuskan untuk merantau, mencari peruntungan nasib di luar negeri. Pilihan nekad karena ia bukan berasal dari keluarga kaya yang sanggup untuk membiayai kehidupannya di luar negeri.

Awalnya Fathi hanya ingin merantau ke Australia. Tidak mudah karena berkali-kali pengajuan visanya ke negeri kangguru itu ditolak. Fathi tidak menyerah hingga akhirnya ia mendapat visa turis yang hanya mengizinkannya tinggal  di Australia selama 14 hari saja. Dengan visa turis tersebut Fathi mencoba mencari pekerjaan, ia memang berhasil tinggal dan bekerja di Austalia namun hanya  beberapa bulan saja karena keburu ketahuan petugas imigrasi sehingga Fathi harus ditahan di penampungan bagi imigran gelap untuk segera dipulangkan ke Indonesia.

Kegagalannya meniti karir di Australia tidak mematahkan semangatnya untuk meraih penghidupan yang lebih baik di luar negeri. Alih-alih kapok, Fathi malah ingin mencoba peruntungan nasib di Amerika Serikat. Setelah berhasil mendapatkan visa. Dengan membawa uang pas-pasan Fathi bersama sepupunya berangkat menuju Amerika. Perjalanan nekad karena di sana ia sama sekali tidak memiliki kenalan atau saudara yang akan membimbingnya. Ia hanya tahu Amerika dari film-film yang pernah ia saksikan.

Sesampainya di Amerika beragam kesulitan harus dihadapi. Setelah sempat terlunta-lunta di Los Angeles dan dibayangi ketakutan akan diciduk oleh petugas imigrasi atau ditolak kerja karena tidak memiliki green card akhirnya Fathi mendapat pekerjaan di sebuah pom bensin. Mulai dari bawah ia menapak karirnya, Keuletan, tekad yang kuat, dan anugerah Allah mengantarnya ke posisi yang diidamkannya yaitu sebagai Manajer di Mobil Oil Corporation, perusahaan perminyakan kelas dunia. Tidak itu saja Fathi bahkan bisa mengikuti kuliah hingga akhirnya sebuah peristiwa mengharuskan dirinya pulang kembali ke Indonesia dan meninggalkan apa yang telah ia perjuangkan dengan susah payah.

Kisah kehidupan Fathi meniti karir di Amerika dalam novel ini disajikan secara menarik. Penulis menghadirkan rentetan pengalaman-pengalaman menarik baik suka maupun duka Fathi di sepanjang novelnya ini sehingga pembaca tidak merasa bosan dan penasaran untuk mengetahui bagaimana akhir dari kisahnya. Gambaran kehidupan di Amerika  terdeskripsi dengan detail sehingga kita  seolah mengalami, merasakan, dan melihat apa yang dialami penulisnya termasuk  gambaran masyarakat beserta budaya kerja orang Amerika, kehidupan para imigran, dan bagaimana keberadaan masyarakat muslim di sana di tahun 80-90an.

Sejumlah pesan-pesan motivasi mengenai tekad dan pesan-pesan religi Islami juga terselip dalam novel ini. Untungnya semua disajikan dalam porsi yang pas dan menyatu dalam kisahnya sehingga pembaca tidak akan merasa digurui atau dikotbahi. Bahkan pembaca non muslim pun saya rasa tetap bisa menikmati novel ini karena pesan-pesan religi yang ada di novel ini bersifat universal dan mudah dipahami oleh semua orang.

Melalui pengalaman penulis yang tertuang dalam novel yang inspiratif ini pembaca dimotivasi untuk bekerja keras dan doa    untuk meraih kesuksesan walau ada banyak tantangan yang dihadapi. Prinsip-prinsip kejujuran dan iman yang kuat juga ditunjukkan oleh  Fathi dalam novelnya ini, misalnya  ketika ia menolak untuk bekerja saat harus menunaikan ibadah sholat. Masih banyak hal-hal positif lainnya yang bisa pembaca peroleh dari novel inspiratif ini sehingga novel ini cocok dibaca oleh siapa saja yang memiliki mimpi untuk menjadi sukses tanpa harus mengorbankan prinsip-prinsip kejujuran dan iman. 


@htanzil

Catatan :
Menurut informasi yang saya peroleh, saat ini Gramedia sedang memproses untuk cetakan ke II-nya, dan penulis sedang menulis lanjutan dari novelnya ini yang mengisahkan bagaimana perjuangan penulis sepulang dari Amerika dalam mencari rejeki halal dan mendirikan perusahaan di Indonesia.
1. LOST IN THE USA-FATHI BAWAZIER Dari judulnya mungkin kebanyakan akan memiliki menyimpulkan bahwa ini adalah novel traveling. Awalnya saya juga berpikir begitu, dan memang benar, ini mengenai perjalanan. Tapi…. Bukan hanya mengenai perjalanan seorang Backpacker sejati, namun juga perjalanan hidup seorang remaja yg terlalu sayang jika hanya menjadi kenangan pelakunya saja, karena apa yg dialami penuh dengan hikmah-hikmah kehidupan yg dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, maka inilah yang membuat Lost in The USA merupakan novel yang juga berisikian nilai-nilai religi dan motivasi. Mengisahkan tentang perjuangan hidup inspiratif yang sarat pengorbanan ini, menghipnotis pembacanya untuk terus membuka halaman demi halaman. Hidup di luar negeri tanpa sanak saudara dan berbagai kisah yang menggambarkan kebulatan tekad dan keberanian untuk nekat berdasarkan dari kisah hidup yang di alami oleh penulisnya ini membuat pembaca hanyut dan seolah ikut menjalani hari-hari sulit bersama Fathi muda puluhan tahun silam. Salutnya penggambaran latar tempat dan suasana dalam rangkaian kata di novel ini mampu membawa kita seakan ada di sana, bersama tokoh utama menyaksikan perjuangannya. Ya, penyampaian cerita dengan pemilihan diksi yang tepat membuat pembaca seperti tengah menonton film di layar lebar. Teladan-teladan yang dikisahkan penulis memotivasi saya pribadi untuk tetap teguh pada nilai agama sebagai pegangan utama dalam menjalani hidup. Sesulit dan seterhimpit apapun, ketika kita yakin ada Yang Maha Menolong, maka pertolongan pun akan tiba pada kita, seperti Firman-Nya “Aku sebagaimana prasangka umatku.” Banyak kisah yang mampu kita ambil hikmah dan di jadikan cerminan yang dapat diambil ambil dari novel ini, salah satunya adalah ketika tokoh utama tengah di landa keraguan pada profesi yang tengah di jalaninya apakah halal untuknya atau tidak, maka dia kembalikan keyakinan seutuhnya hanya kepada Sang Khalik, sumber keraguannya ia tinggalkan. Memulai kembali dari nol, dengan kembali percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Menolong, menjadi self reminder bagi saya untuk tidak perlu ragu pada apa-apa ketetapan Allah. Novel ini candu, alurnya berhasil membuat saya terlarut dalam kehidupan yang di kisahkan penulis. Novel ini memiliki ciri khasnya sendiri, membuat pembaca penasaran akan kisah Fathi selanjutnya. Semoga segera terbit novel Lost In The USA 2 nya yaa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hildapurnamasa/novel-gramedia-terbaru-2016_57b680621fafbdfb71f39f8e
Bukan hanya mengenai perjalanan seorang Backpacker sejati, namun juga perjalanan hidup seorang remaja yg terlalu sayang jika hanya menjadi kenangan pelakunya saja, karena apa yg dialami penuh dengan hikmah-hikmah kehidupan yg dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, maka inilah yang membuat Lost in The USA merupakan novel yang juga berisikian nilai-nilai religi dan motivasi. Mengisahkan tentang perjuangan hidup inspiratif yang sarat pengorbanan ini, menghipnotis pembacanya untuk terus membuka halaman demi halaman. Hidup di luar negeri tanpa sanak saudara dan berbagai kisah yang menggambarkan kebulatan tekad dan keberanian untuk nekat berdasarkan dari kisah hidup yang di alami oleh penulisnya ini membuat pembaca hanyut dan seolah ikut menjalani hari-hari sulit bersama Fathi muda puluhan tahun silam. Salutnya penggambaran latar tempat dan suasana dalam rangkaian kata di novel ini mampu membawa kita seakan ada di sana, bersama tokoh utama menyaksikan perjuangannya. Ya, penyampaian cerita dengan pemilihan diksi yang tepat membuat pembaca seperti tengah menonton film di layar lebar. Teladan-teladan yang dikisahkan penulis memotivasi saya pribadi untuk tetap teguh pada nilai agama sebagai pegangan utama dalam menjalani hidup. Sesulit dan seterhimpit apapun, ketika kita yakin ada Yang Maha Menolong, maka pertolongan pun akan tiba pada kita, seperti Firman-Nya “Aku sebagaimana prasangka umatku.” Banyak kisah yang mampu kita ambil hikmah dan di jadikan cerminan yang dapat diambil ambil dari novel ini, salah satunya adalah ketika tokoh utama tengah di landa keraguan pada profesi yang tengah di jalaninya apakah halal untuknya atau tidak, maka dia kembalikan keyakinan seutuhnya hanya kepada Sang Khalik, sumber keraguannya ia tinggalkan. Memulai kembali dari nol, dengan kembali percaya sepenuhnya bahwa Allah Maha Menolong, menjadi self reminder bagi saya untuk tidak perlu ragu pada apa-apa ketetapan Allah. Novel ini candu, alurnya berhasil membuat saya terlarut dalam kehidupan yang di kisahkan penulis. Novel ini memiliki ciri khasnya sendiri, membuat pembaca penasaran akan kisah Fathi selanjutnya. Semoga segera terbit novel Lost In The USA 2 nya yaa.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/hildapurnamasa/novel-gramedia-terbaru-2016_57b680621fafbdfb71f39f8e

1 comment:

Agustina Purwantini said...

kayake ada lucu-lunya ya bukunya; lucu inspiratif