Thursday, December 22, 2005

Orang Miskin Dilarang sakit


Judul Buku : Orang Miskin Dilarang Sakit
Penulis : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book
Tahun terbit : November 2004
Tebal : 145 hal

Setiap orang pasti pernah sakit dan pernah bersinggungan dengan petugas kesehatan dan obat-obatan. Setiap orang yang pernah sakit pasti pernah juga merasakan mahalnya biaya pengobatan. Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin dan hidup pas-pasan ketika mereka sakit dan harus berobat ?

Buku ini seperti pada kata pendahuluannya ditulis dengan rasa geram (hal.2). Pengalaman sakit yang pernah dialami penulis (Eko Prasetyo) membuatnya berpikir bahwa penyakit muncul bukan semata-mata karena perilaku kita melainkan karena berbagai faktor diluar kendali kita seperti ledakan industri masakan yang menawarkan berbagai cita rasa yang ikut menceburkan masyarakat kedalam kubangan penyakit berbahaya, obat-obatan yang menimbulkan efek negatif, pencemaran udara, dan sebagainya.

Buku ini juga secara lugas membahas buruknya kondisi dan sistem kesehatan di Indonesia. Kondisi kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan yang buruk membuat kesehatan menjadi sesuatu yang mahal. Harga obat dan rumah sakit membumbung tinggi tanpa adanya kontrol. Adanya penyakit malah membuat banyak pihak yang terkait dengan badan-badan kesehatan mendapat untung. Pelayanan kesehatan didasarkan atas berapa tebal kantong kita sanggup membayar demi kesembuhan kita. Selain biaya pengobatan yang tinggi dunia kesehatan kita juga diperburuk dengan beredarnya obat-obat palsu, selain itu penyakit juga dijadikan sebagai alat pelindung bagi para koruptor yang akan menjalani persidangan hingga luput dari tuntutan jaksa.

Siapa yang menjadi korban keburukan sistem pelayanan kesehatan yang buruk tersebut ? Buku ini menyatakan secara jelas bahwa orang miskinlah yang jadi korban. Mereka tidak pernah mendapat layanan kesehatan yang maksimal sementara orang-orang berduit dengan mudahnya menikmati fasilitas pengobatan yang terbaik di rumah sakit internasional dengan fasilitas bak hotel berbintang. Buku ini berisi empat bagian besar yang terdiri dari : Kisah Negeri Penuh Wabah, Sakit Yang Miskin & Yang Kaya, Dunia Medis Yang Kapitalis & Kejam dan bab penutup yang berjudul Surat Untuk Para Pekerja Kesehatan. Dengan membaca buku ini pembaca akan disadarkan betapa buruknya sistem kesehatan di Indoenesia yang tak adil dan diskriminatif.Yang unik dari buku ini hampir tiap halamannya disertai kartun yang menyentil yang membuat pembaca akan tersenyum pahit melihatnya.

Untuk siapa buku ini ditulis? Seperti kata penulisnya, "Bagi Anda yang pernah menjadi korban penganangan medis, buku ini menjadi teman berjuang yang tepat". Selain itu buku inipun sangat baik dibaca oleh para dokter, apoteker, perawat, produsen obat, dan pekerja medis lainnya.

@h_tanzil

1 comment:

Mara said...

Saya sudah membaca buku ini,isinya bagus,sebenarnya buku ini merupakan singgungan buat Pemerintah,karena disanalah inti dari kekacauan dunia Kesehatan kita,sebagai orang Kesehatan saya memang merasa apa yang diutarakan di buku ini memang begitu kenyataannya,tapi ada sedikit koreksi saya buat penulis buku,kartunnya itu terlalu satiris,disitu ada digambarkan orang2 berbaju perawat diaduk dalam panci neraka,seolah2 perawat itu berkarakter jahat dan kejam,penulis kurang tahu,bahwa perawat sebenarnya juga merupakan korban dari birokrasi kesehatan,mereka hanya buruh yang diperas,gaji mereka kecil walaupun bekerja 24 jam terpapar bakteri,virus,dan zat kimia tanpa perlindungan,tak perduli pasien banyak atau sedikit,tak perduli pasien kaya atau miskin,tetap aja gaji mereka segitu,penulis buku itu menurut saya berpandangan sama dengan orang awam lain,karena melihat mahalnya ongkos rumah sakit lalu beranggapan duit yang dibayarkan si pasien itu dibagi2kan buat para perawat,kalau itu benar berarti seluruh perawat se Indonesia ini pasti kaya raya,suatu pemikiran yang keliru,kenyataan perawat tetap saja miskin,betapa kasihannya perawat,sudah kerja siang malam dengan resiko tinggi terkena penyakit,gaji sedikit,dituding kejam lagi sama si pembuat karikatur di buku itu,ingat Pak Eko,kami perawat adalah bagian dari Institusi Kesehatan,tapi kami juga merupakan bagian dari rakyat kecil itu.