Wednesday, July 18, 2012

Pemberian Sang Magi by O. Henry

 

Posting review cerpen ini merupakan partisipasi saya atas event menarik Shorty July - Baca Bareng Cerpen Klasik yang diadakan oleh blog Baca Klasik dan disponsori oleh Penerbit Serambi.

Selamat Menyimak ! 

Pemberian Sang Magi 
Oleh : O. Henry
Penerjemah : Maggie Tiojakin
Fiksi Lotus Vol.1 halaman 25-37

Dahsyatnya kekuatan cinta membuat seseorang rela kehilangan sesuatu yang berharga bagi dirinya untuk dipersembahkan bagi seseorang yang ia cintai. Demikian juga yang dilakukan oleh sepasang suami istri Mr & Mrs James Dillingham Young, tokoh rekaan O, Henry (1862-1910)   sastrawan Amerika dalam sebuah cerita pendeknya yang berjudul "Pemberian Sang Magi".  "Sang Magi" disini adalah orang Majus yang memberikan hadiah istimewa bagi bayi Yesus di Betleham.

Dikisahkan Della, istri dari James Dillingham Young berniat untuk memberikan sebuah hadiah natal untuk suaminya tercinta. Malangnya Della hanya memiliki uang sebesar $ 1,87. Apa yang dapat ia berikan dengan uang yang sedikit itu?

Satu dolar dan delapan puluh tujuh sen. Cuma itu. Bahkan, enam puluh sen dari jumlah itu terdiri dari uang receh bernilai satu sen-an, hasil simpanannya selama ini—yang didapatnya dengan cara mendesak tukang sayur, tukang daging dan penjaga toko kelontong agar sudi menjual dagangan mereka kepadanya dengan harga termurah. Proses tawar-menawar itu tidak jarang membuatnya malu, hingga pipinya memerah, sebagaimana semua orang pasti merasakan hal yang sama jika mereka ada di posisinya. (hal 25)

Akhirnya setelah berpikir cukup lama diselingi derai air mata karena sedih tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli kado untuk suaminya Della memutuskan untuk menjual rambut kebanggannya yang panjang. Perlu diketahui hanya ada dua hal di dunia ini yang sangat berarti bagi pasangan Mr. dan Mrs. James Dillingham Young: pertama, jam saku yang terbuat dari emas yang merupakan warisan turun temurun dari keluarga James; kedua rambut panjang Della.

Della tau kalau rantai jam tangan suaminya sudah usang dan ia ingin suaminya bisa berbangga hati saat mengeluarkan jam saku warisan orang tuaya di depan siapa saja. Untuk itulah ia merelakan rambut panjang kebanggaannya untuk dijual agar ia dapat membeli rantai jam saku untuk suaminya tercinta.

Sama seperti Della, James pun memiliki keinginan untuk memberikan kado natal istimewa untuk istrinya. Tahu kalau Della sangat bangga dan mencintai rambut panjangnya, James memberikan satu set sisir untuk keperluan penataan rambut panjang Dela. Untuk itu James rela menjual jam saku kesayangannya untuk dibelikan kado natal untuk istrinya

Nah, bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya mereka berdua ketika mengetahui apa yang diberikan oleh pasangannya masing-masing.

Cerpen ini sangat menarik karena walau kisahnya sederhana namun O Henry dengan piawai merangkai kisah dengan baik. Dari awal hingga akhir pembaca akan diajak ikut merasakan keprihatinan, pergulatan batin, keharuan, serta cinta dan pengorbanan yang dilakukan oleh pasangan keluarga Dillingham ini. Selain itu pembaca juga akan dibuat penasaran bagaimana ending dari kisah ini apalagi ketika akhirnya diketahui kalau fungsi masing-masing kado natal dari mereka itu ternyata tak lagi bermanfaat secara fungsional.

Bagi saya cerpen ini merupakan cerpen yang menggugah dan membangun kesadaran akan cinta dan pengorbanan bagi seorang yang dicintainya.

Tentang Penulis

O Henry adalah nama pena dari William Sydney Porter. Lahir di North Carolina pada tahun 1962, ia mulai menggunakan nama penanya saat mendekam di penjara di pertengahan 1890an. Ia dikenal sebagai penulis yang produktif, seluruhnya ada 381 cerita pendek yang ditulisnya. Dikenal pandai menggambarkan kesedihan dan kegembiraan orang biasa, cerita ditulisnya dengan kata-kata yang cerdas, penuh permainan kata-kata, penokohan yang mendalam, dan akhir cerita yang tidak terduga.

Cerpen "The Gift of the Magi" karya O Henry diterbitkan pertama kali pada tahun 1900


@htanzil



3 comments:

Melisa said...

Salah satu cerpen favoritku nih! :)
Makasih partisipasinya ya rahib :)

Melisa said...

Rahib, link post nya masukkan di form komentar disini ya: http://bacaklasik.wordpress.com/2012/07/02/shorty-july-baca-bareng-cerpen-klasik-dunia/

yuspian chandra said...

gw pengen baca ini dari dulu. Singgah juga ke blog gw gan Jilid Tiga