Wednesday, January 09, 2013

The Casual Vacancy by JK Rowling

[No. 300]
Judul : The Casual Vacancy
Penulis : JK. Rowling
Penerjemah :
Esti A Budihabsari, Rini Nurul Badriah, Andityas Prabantoro
Penerbit : Qanita
Cetakan : I, November 2012
Tebal : 596 hlm, hard cover.


Sejak kemunculan seri pertama Harry Potter  and the Sorcerer's Stone  (1997)  hingga seri terakhirnya yang berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows (2007) nama JK Rowling tak bisa dilepaskan dari ketujuh buku Harry Poter yang selalu menjadi best seller. Selama kurun waktu 10 tahun itu serial Harry Potter telah terjual lebih dari 450 juta kopi di seluruh dunia, dipasarkan lebih dari 200 negara, diterjemahkan dalam 73 bahasa dan diadaptasi dalam 8 film blocbuster. Karenanya tak heran kalau dirinya selalu dikaitkan  dengan Harry Potter

Namun Rowling rupanya tak mau dirinya terus menerus diidentikkan dengan Harry Potter atau sebagai penulis fiksi fantasi remaja. Dalam karya terbarunya yang diberi judul The Casual Vacancy  ia seakan mencoba mengatakan pada dunia bahwa dirinya mampu menulis untuk pembaca dewasa dengan genre yang sama sekali berbeda dengan Harry Potter, tampaknya Rowling  hendak melepaskan bayang-bayang Harry Potter dalam kariernya sebagai penulis. Dan kini Rowling telah membuktikannya.

Dalam  The Casual Vacancy Rowling tidak memasukkan unsur sihir dalam kisahnya namun Rowling menggunakan kekuatan sihirnya untuk membuai pembacanya melalui kisah drama keluarga dengan latar kota kecil  Pagford, Inggris.

Tanpa basa-basi Rowling membuka kisah novel terbarunya ini dengan peristiwa kematian Barry Fairbrtoher (40 thn) , salah seorang anggota Dewan Kota Pagford akibat stroke di tempat parkir club golf dimana  ia dan istrinya hendak merayakan ulang tahun pernikahan mereka.

Kematian Barry Fairbrother secara tiba-tiba tentu saja menimbulkan kehebohan di kota kecil Pagford, selain menimbulkan duka dalam, secara politis kematian Barry Fairbrother  juga menimbulkan The Casual Vacancy atau kekosongan kursi jabatan dewan kota. Kekosongan jabatan inilah yang kemudian diincar oleh tiga penduduk kota Pagford yaitu Miles Howard, putra Mollison Howard yang merupakan penduduk terpandang Palgford, Simon Price, ayah dari dua anak yang temperamental dan suka memukul istri dan anak-anaknya,  dan Club Wall, seorang kepala sekolah. Mereka  masing-masing mencalonkan diri untuk maju dalam pemilihan anggota dewan kota Pagford

Namun pencalonan ketiga kandidat tersebut tidak berjalan mulus, saat ketiga kandidat melakukan kampanye, tiba-tiba dalam website resmi Plagford smuncul pesan yang mengungkap aib para kandidat dewan kota itu oleh seseorang yang mengaku sebagai The Gost of Barry Fairbother. Lagi-lagi penduduk Pagford menjadi heboh akibat kemunculan pesan-pesan dari si 'hantu Barry Fairbrother' ini.

Selain dihebohkan oleh kemunculan pesan-pesan misterius, kematian Barry Fairbrother juga ternyata membawa dampak yang sangat tidak terduga oleh beberapa keluarga di Plagford sehingga berujung pada tragedi yang menyesakkan hati penduduk kota Plagford.

Jika kita membaca sinospis di atas memang seakan ini adalah novel politik yang menghadirkan konflik dan persaingan antara ketiga kandidat dewan kota dalam memperebutkan kekososangan jabatan. Namun ini bukan novel politik, saya berpendapat  bahwa novel ini adalah sebuah novel tentang drama keluarga yang dibungkus dalam persaingan perebutan kursi jabatan dewan kota karena intrik politik dalam novel ini hanya terungkap sedikit saja. 

Rowling tidak hanya menghadirkan bagaimana serunya persaingan antar tiga kandidat dewan kota Plagford dan bagaimana mereka 'ditelanjangi' aibnya oleh Hantu Barry Fairbrother. Dalam novelnya yang bernuansa kelam  ini Rowling juga menghadirkan konlik yang terjadi dalam kehidupan keluarga ketiga kandidat tersebut, tidak hanya itu, bahkan ada 2 keluarga lain yang juga dikisahkan oleh Rowling lengkap dengan problematika yang mereka hadapi yaitu Keluarga Terri Weddon seorang ibu pecandu heroin yang memiliki dua anak, keluarga Jawandas, dan pasangan dokter asal India yang salah satu anak gadisnya memiliki kecenderungan untuk menyakiti dirinya sendiri. 

Dengan detail Rowling mengisahkan konflik yang terjadi pada keluarga-keluarga tersebut, tidak hanya tentang orang tua mereka namun kehidupan dan kisah anak-anak mereka yang memiliki cerita dan konfliknya sendiripun terungkap di novel ini . Ada banyak sekali tokoh dalam buku ini, jika dihitung ada 35 tokoh yang muncul dalam buku ini. Lalu siapa sebenarnya tokoh utama dalam novel ini?  Tidak ada!

Ya, kesemua tokoh yang dihadirkan Rowling hampir mendapat porsi yang sama. Tidak ada tokoh yang menonjol dan tidak ada tokoh yang tidak penting, semua hadir dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Bahkan tokoh Barry Fairbrother yang dimatikan Rowling di awal kisah tidak hilang begitu saja karena 'ruh'-nya atau kehadirannya tetap bisa kita rasakan hingga lembar terakhir novel ini.

Disinilah kepiawaian JK Rowling dalam merangkai kisah terlihat dengan jelas,  ia begitu pandai meramu semua karakter yang ada lengkap dengan konfilknya masing-masing namun tetap terjalin  dalam satu kesatuan kisah yang utuh.

Semua konflik yang dihadirkan Rowling juga terasa begitu membumi, tidak ada konflik yang mengada-ngada, semua diangkat dari keseharian yang ada di masyarakat kota kecil pada umumnya seperti perselingkuhan, obat bius, kenakalan remaja, kisah cinta, hubungan orang tua dengan anak, seks bebas, dll. Semua terkisahkan dengan wajar sehingga pembaca akan merasa dekat baik dengan para tokohnyamaupun dengan problema yang dihadapi tokoh-tokohnya.

Munculnya banyaknya tokoh yang dihadirkan Rowling di satu sisimemang membuat menarik namun konsekuensi logisnya  membuat alur kisah menjadi lamban  karena masing-masing tokoh dan karakternya dideskrispikan dengan cukup detail. Selain itu banyaknya tokoh juga berpotensi membuat pembaca kebingungan dan tertukar antara satu tokoh dengan tokoh lainnya sehingga dapat mengganggu kenikmatan membacanya. Alangkah baiknya jika di novel ini disertakan lembar khusus berisi karakter tokoh-tokoh yang ada dalam novel ini seperti yang terdapat dalam The Telegraph "JK Rowling: The Casual Vacancy – the cast of caricatures"

Terlepas dari hal di atas, saya memberikan 4 bintang untuk novel ini. karena bagi saya novel ini menawarkan pengalaman baru dalam membaca dimana sebuah novel tersaji tanpa ada tokoh utamanya. Dengan banyaknya tokoh dalam novel ini  saya mendapat banyak pembelajaran hidup melalui karakter tokoh-tokohnya dimana kesemuanya menghadirkan realitas hidup manusia tentang cinta, kesetiaan, persahabatan, hubungan orang tua dengan anak, akibat buruk narkoba dan seks bebas, dll.

@htanzil

19 comments:

OceMei said...

Mau baca T.T

Tezar said...

jadinya berapa bintang, rahib?

htanzil said...

@Tezar : ada di paragraf terakhir, 4 bintang!

aris kurniawan said...

Memang kehadiran tokoh sebanyak itu dengan porsi yang sama dalam satu novel bisa membuat agak repot pembaca mengidentifikasi masing-masing tokoh. Tapi bagi saya rasanya cukup menantang ya. Wow, sy baru dapat bukunya. segera tancap.

htanzil said...

@Aris : betul mas, merepotkan tapi menantang...ayo segera dibaca. :)

Sabrina Zheng said...

Aduh,maw baca... Tapi bukuna mahal bgt :(

Anonymous said...

hahaha.. aku kemaren lihat buku ini di toko gramedia.. tapi ga beli gara-gara lihat bukunya tebel dan besar... salam kenal dari saya..

Tezar said...

eh maaf yang itu gak kebaca, hehehe

Oky @ Kumpulan Sinopsis said...

Iya rahib, keren ya si tante bisa bikin jaring cerita yg mengisahkan keseluruhan karakter dlm porsi sama. Aduuuh, makin ngebet pengen punya bukunya >.<

Belajar Gitar said...

trima kasih om,,

ena rs ide said...

mau bc syng di toko buku di ciamis ga ada

albaihaqie said...

banyaknya buku yang anda baca,
boleh berkongsi cara membaca buku dengan efisien sama saya nggak?

Anonymous said...

Quelles ressources sont disponibles pour tous ceux qui veulent mettre en place un cours d'écriture créative?

Ibrahim sukman said...

Jujur, jika dibanding dengan film2nya, saya lebih suka membaca novel JK Rowling. Tapi sayang, saya belum mampu membeli novelnya. Makasih udah review novelnya. Salam. Mampir ya?

Jasa Pembuatan Blog said...

Keren2 Info Buku Disini

shaddow said...

kemarin ane ke gramed mau beli ini buku,ternyata harganya diluar batas dompet.kaga jadi, pulang dengan nyesek.mesti nabung dulu inimah..hehe

Unknown said...
This comment has been removed by a blog administrator.
babyniavah said...

Jujur ya.. saya masih harpot minded. Jadi agak tersiksa dengan Casual Vacancy. Ya ampun.. karakternya sekampung, hoho. Pak htanzil mau tanya, buku2 yang pernah anda baca dijual tdk Pak? hehe

Colina Hartanti said...

Admin ad punya analisis nivwl casual vacancy? Yg ad character , tmpt" kejadian, etc ?