Friday, December 30, 2005

Novel Tragedi Yang Kaya Materi


Judul : Kisah PiJudul asli : Life of Pi
Penulis : Yan Martel
Penerjemah : Tanti Lesmana
Penerbit : GPU, 2004
Tebal : 446 hal
Harga : Rp. 48.000

Banyak Novel yang menceritakan sebuah tragedi kemanusiaan, misalnya tragedi akibat bencana alam, kapal karam, wabah penyakit, perang dan lain-lain,biasanya novel-novel jenis ini mengeksplorasi peristiwa-peristiwa yang menyentuh dan menggugah rasa kemanusiaan, sementara sisi-sisi lain sebuah bencana atau tragedi dikesampingkan karena hanya terfokus oleh rangkaian cerita duka akibat sebuah tragedi.Tidak demikian halnya dengan novel karya Yan Mantell "Life Of Pi", walaupun novel ini menceritakan sebuah tragedi tenggelamnya kapal barang Tsimsum berbendera Jepang yang berlayar dari Madras menuju Canada namun novel inimemiliki banyak unsur yang terkeksplorasi dengan baik sehingga pembaca tidak hanya memperoleh sebuah tragedi yang menyentuh sisi kemanusiaan saja melainkan ada banyak unsur-unsur cerita yang akan memperkaya ruang batiniah dan pengetahuan baru bagi pembacanya.

Kisah Pi diawali dengan latar belakang kehidupan Pi seorang anak berusia 16 tahun, ayahnya adalah pengelola kebun binatang di India. Keadaan ini membuat Pi banyak mengetahui seluk-beluk dunia binatang. Pi adalah seorang anak yang cerdas dan juga saleh, dia memiliki kecintaan pada Tuhan dengan caranya sendiri yaitu menganut tiga agama sekaligus, tentu saja hal ini menimbulkan kebingungan bagi keluarga dan guru-guru agamanya. Dia minta dibabtis, tetapi juga minta sajadah untuk shalat dan tetap melakukan puja pada dewa-dewa. Ketika Pi ditanya kenapa tidak memilih satu agama sajad engan cerdas Pi menjawab

"Semua agama itu baik adanya. Aku cuman inginmengasihi Tuhan."

Suatu waktu keluarga Pi memutuskan untuk pindah ke Kanada, setelah mengurus penjualan kebun binatangnya yang ternyata membutuhkan waktu selama setahun maka pergilah Pi berserta keluarganya menuju Kanada dengan menggunakan kapal barang Jepang. Keluarga ini juga membawa beberapa binatang yang dibawanya untuk dijual ke Kebun Binatang AS. Pada saat perjalanan menuju Kanada, di tengah samudera Pasifik   kapal barang yang ditumpanginya karam. Pi berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci bersama dengan seekor hynena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, dan seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg. Selama lebih dari tujuh bulan Pi dan binarang-binatang itu terombang-ambing di Samudera Pasifik yang ganas, berbagai cara dilakukan oleh Pi agar dia dapat terus bertahan hidup melawan kelaparan, kehausan, dan binatang buas yang ada dalam sekocinya.

Selama terombang-ambing di Samudera Pasifik inilah 'Kisah Pi' disajikan dengan sangat memukau. Walaupun sebagian besar cerita dalam novel ini berkisar di samudera Pasifik dan bagaimana Pi harus berjuang mempertahankan hidupnya namun cerita ini tidaklah membosankan, hampir disetiap bab dan halamannya menyajikan pengalaman-pengalaman mengejutkan dan menarik menyangkut kedalaman psikologis seseorang yang terapung-apung dilaut luas , keragaman dunia binatang, dan cara praktis untuk bertahan hidupsebagai korban kapal karam. Gaya bertutur Martel yang lugas dan memikat membuat novel ini dapat dinikmati oleh beragam usia, kejutan-kejutan berupa peristiwa yang tak terduga di tiap halamannya membuat pembaca penasaran danberusaha secepat mungkin menghabiskan novel ini untuk mengetahui akhir dari Kisah Pi.

Nampaknya novel ini dibuat dengan riset yang mendalam. Untuk menghidupkan novelnya ini Martel melakukan perjalanan ke India dan mengunjungi semua kebun binatang yang ada dan mewawancarai kepala kebun binatang Trivandum. Ia juga mengunjungi rumah-rumah ibadat berbagai agama di Kanada. Beragam buku-buku zoologi, kebun binatang,  dan psikologi hewan dilahapnya, ia jugamembaca kisah-kisah orang yang terdampar dan kisah-kisah bencana. Kekayaan riset dan bacaan yang dilakukan oleh Martel ini menjadi modal utamanya untuk membuat novel ini menjadi  kaya akan materi pengetahuan yang bermanfaat. Lebih dari itu Kisah Pi merupakan kisah keberanian dan ketabahan yang sangat menakjubkan dari seorang anakberusia 16 tahun dalam menghadapi situasi yang sulit dan tragis

Kisah Pi ditulis oleh Yan Mantell, penulis asal Kanada, buku ini adalah bukuketiganya setelah dua buku terdahulunya sebuah kumpulan cerita Fact Behindthe Helsinki Roccamations (1993) dan novel Self (1996) ternyata tak meraihsukses di pasaran dan dilupakan orang. Barulah pada buku ketiganya ini Life of Pi, yan Mantell memperoleh ketenaran . Life of Pi menjadi novel bestseller internasional dan ia meraih berbagai macam penghargaan, puncaknyaadalah dengan dianugerahinya Yan Mantel sebagai The Man Booker Prize pada2002.

@h_tanzil