Saturday, April 08, 2006

Pangeran Pencuri


Judul : Pangeran Pencuri
Penulis : Cornelia Funke
Penerjemah : Hendarto Setiadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
(bekerja sama dgn Penerbit Katalis)
Cetakan : I, Maret 2006
Tebal : 420 hlm

Cornelia Funke, adalah penulis novel anak-anak pra remaja kelahiran Jerman. Funke termasuk penulis yang produktif, sekitar 40 buah novel telah dihasilkannya. Publik buku dunia mulai mengenal namanya ketika salah satu karyanya Pangeran Pencuri ( Herr der Diebe, 2000) diterjemahkan kedalam bahasa Inggris pada tahun 2002 (The Thief Lord, Scholatic, 2002). Setelah itu itu secara berturut-turut 5 buah novel-novel karyanya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris yaitu : Inkheart (2003), The Prince Knight (2004), Dragon Rider (2004), Pirate Girl (2005), Inkspell (2005).

Setelah novel-novelnya diterjemahkan kedalam bahasa Inggris namanya semakin terkenal dan para pengamat buku anak-anak sering membanding-bandingkannya dengan penulis serial Harry Potter - J.K Rowling, bahkan publik sering menyebut dirinya dengan JK Rowling-nya Jerman. Cornelia Funke, lahir pada tahun 1958 di Dorsten – Jerman. Awalnya ia bekerja sebagai pekerja sosial yang bergerak di bidang anak-anak selama tiga tahun, setelah itu Funke memulai kariernya di bidang penerbitan sebagai ilustrator buku anak-anak.Pekerjaannya ini membuat dirinya tergerak untuk menulis sendiri cerita anak-anak dan membuat ilustrasinya sendiri. Kesukaannya membaca buku-buku fantasi seperti Lord of The Ring, The Chronicles of Narnia - CS Lewis, Peter Pan, dll sedikit banyak mempengaruhinya dalam melahirkan karya-karya terbaiknya. Saat ini Funke tinggal di Los Angeles bersama suami dan kedua anaknya.

Pangeran Pencuri yang merupakan salah satu karya best sellernya menceritakan kisah petualangan dua kakak beradik Prosper (12 thn) dan Bo (5 thn) yang telah menjadi yatim piatu. Semenjak kematian orang tuanya, Bibi Hartlieb berencana untuk mengadopsi Bo dan mengirimkan Proper ke rumah yatim piatu. Tentu saja kedua kakak beradik ini tak rela jika mereka harus berpisah. Proper dan Bo segera melarikan diri dari Jerman menuju Venesia - Italia, kota eksotis yang sering mereka dengar keindahannya dari mendiang ibu mereka.

Sesampainya di Venesia Proper dan Bo bertemu dengan Tawon yang mengajakanya tinggal bersama dua anak lainnya ( Riccio & Mosca). Kedua anak itu ternyata para pencuri yang dipimpin oleh Scipio, seorang anak laki-laki yang selalu menggenakan topeng ketika beraksi dan dijuluki "Pangeran Pencuri". Mereka, kecuali Scipio tinggal bersama-sama layaknya sebuah keluarga dalam sebuah gedung bioskop yang sudah tak dipakai lagi. Hasil dari mencuri mereka jual pada Barbosa – Si Janggut Merah, pemilik toko barang antik yang juga seorang penadah, hasilnya mereka gunakan untuk membeli makanan dan berbagai kebutuhan mereka.
Bibi Hartlieb tak tinggal diam, dugaannya yang kuat bahwa Prosper dan Bo melarikan diri ke Venesia membuat dirinya menyewa jasa seorang detektif, Victor Getz untuk menemukan kedua keponakannya itu disudut-sudut kota Venesia.

Sementara itu, Scipio si Pangeran Pencuri menerima ‘misi’ dari seseorang misterius yang dinamai Sang Conte untuk mencuri potongan sayap singa yang terbuat dari kayu dirumah seorang fotografer Ida Spavento di Venesia. Tergiur oleh bayaran yang dijanjikan sang Conte sebanyak lima juta lira, Scipio beserta kawan-kawannya memerima tawaran itu. Mulanya mereka tidak tahu untuk apa mereka harus mencuri potongan kayu itu, namun akhirnya mereka mengetahui bahwa potongan kayu tersebut adalah potongan sayap singa dari sebuah komedi putar ajaib yang telah lama raib dan tak diketahui rimbanya. Konon komedi putar ajaib itu bisa merubah orang yang menaikinya untuk menjadi dewasa atau anak-anak hanya dalam beberapa putaran saja. Petualangan ini akhirnya menyeret mereka untuk mengunjungi pulau Isola Segrata yang angker dimana tak seorangpun berani mengunjunginya karena setiap orang yang bertandang ke pulau tersebut selalu hilang secara misterius dan tak pernah kembali.

Kisah petualangan fantasi Pangeran Pencuri dan kawan-kawannya dalam menjalankan misi ini semakin menarik untuk disimak, selain harus menjalankan misi rahasianya, mereka juga harus berhadapan dengan Victor yang berusaha untuk mengembalikan Prosper dan Bo pada Bibi Hartlieb, Barbarosa pedagang barang antik yang licik,dan kaka beradik Renzo dan Morosina yang menghuni pulau Isola Segrata yang angker dan menyimpan komedi putar ajaib. Berhasilkah Pangeran pencuri dan kawan-kawannya menuntaskan misinya? Apakah mereka juga akan menemukan kembali komedi putar ajaib dan beranikan mereka mencobanya untuk mencoba menjadi dewasa ?

Selain kisahnya yang memikat buku ini yang juga berisi ilustrasi menarik yang dibuat oleh Funke sendiri. Melalui buku ini pembaca akan diajak menikmati lanskap kota Venezia yang terkenal dengan puluhan kanal- kanal dengan gondolanya, kemegahan gedung-gedung antik yang telah berusia ratusan tahun dan juga patung-patung yang menghiasi setiap bangunan dan plaza yang berada dalam kota eksotis Venezia. Namun dibalik keindahannya Venezia juga menyimpan keruwetan. Jalan-jalan di kota ini terkenal rumit dan sering membingungkan wisatawan yang mengunjunginya, bahkan penduduk asli kota inipun tak jarang tersasar arah. Rupanya landskap kota yang sangat baik untuk tempat bersembunyi inilah yang mengilhami Funke untuk membuat cerita dengan setting kota Venesia yang tokoh-tokohnya harus menyembunyikan diri dari orang yang tidak diinginkannya.

Buku ini yang diperuntukkan bagi anak pra-remaja ini ditulis dengan bahasa yang lancar dan menarik sesuai untuk pembaca anak/remaja. Peran penerjemah senior Hendarto Setiadi yang menerjemahkan buku ini langsung dari bahasa aslinya (Jerman) patut dihargai. Kepiawaian Funke dalam menghadirkan cerita dengan kalimat-kalimat yang lancar tampaknya berhasil diterjemahkan dengan baik, sehingga melalui buku ini pembaca akan diajak serunya berpetualang bersama Pangeran Pencuri dalam menjalankan misinya. Di buku ini Funke juga mengungkap apa yang ada dalam benak seorang anak-anak yang kadang menginginkan dirinya cepat untuk menjadi dewasa karena tidak ingin dirinya hidup dalam aturan-aturan yang menjemukan yang dibuat oleh orang dewasa. Kisah ini juga menggambarkan arti persahabatan dan bagaimana anak-anak dapat bertanggung jawab, saling menyayangi satu sama lainnya walau berada dalam lingkungan yang buruk dan tanpa pengawasan orang tua mereka.

Walau buku ini diperuntukkan untuk anak pra-remaja, buku ini bisa dan layak dibaca disegala usia. Kisah Pangeran Pencuri yang beberapa tokohnya kelak akan terperangkap dalam tubuh orang dewasa dan orang dewasa terperangkap dalam tubuh anak-anak akan memberikan pembacanya pengertian bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa memiliki kesenangan dan kesulitannya sendiri. Bagi orang dewasa kisah ini menyadarkan pembacanya bahwa anak-anak memiliki pandangan dan keinginannya sendiri bahkan kedewasaan berpikir yang kadang tidak disadari dan tidak dimengerti oleh orang-orang yang dewasa.

Kisah Pangeran Pencuri ini telah difilmkan dengan judul The Thief Lord, diproduksi oleh Richard Clauss yang pernah membuat film The Litte Vampire (2000). Rencananya film ini akan dirilis pada tahun ini. Dengan demikian kehadiran terjemahan buku Pangeran Pencuri yang kabarnya laris manis dipasaran ini sangat tepat kehadirannya. Sebelum menonton filmnya tentunya akan lebih menarik jika dapat membaca bukunya terlebih dahulu.
Menurut sebuah sumber, Gramedia juga berencana akan menerbitkan karya2 lainnya dari Cornelia Funke. Mampukah Cornelia Funke menyaingi kepopuleran JK Rowling dengan Harry
Potternya ? Kita tunggu saja ?

@h_tanzil

5 comments:

Indah said...

Gramedia juga berencana akan menerbitkan karya2 lainnya dari Cornelia Funke.

==> Semoga Gramed nerbitin "Inkheart" ma "Inkspell" krn denger2 seri ini menyaingi penjualan HarPot lho :D Sayang, blm smpt baca "Pangeran Pencuri" nih..

h_tanzil said...

SepertinyaInkheart jgh akjan diterbitkan...nantikan saja....

Anonymous said...

That's a great story. Waiting for more. »

Anonymous said...

Best regards from NY! » » »

Fanda said...

Wah, waktu aku baca buku ini yg paling berkesan memang deskripsi tentang Venesia. Setelah tamat, yang paling aku ingat adalah aku jadi pengen ke Venesia! hehehe...