Thursday, January 22, 2015

Katastrofa by Jodhi Giriarso

[No. 349]
Judul : Katastrofa
Penulis : Jodhi Giriarso
Penerbit : Moka Media
Cetakan : I, 2014
Tebal : 348 hlm

Katastrofa secara harafiah berarti bencana atau malapetaka besar . Novel thriller fiksi ilmiah karya Jodhi Giarso ini memang terkait dengan sebuah peristiwa bencana besar yang bakal mengancam Indonesia yaitu meletusnya gunung berapi Tambora di Sumbawa. Sejarah mencatat Tambora pernah meletus secara dahsyat  pada tahun 1815  dimana letusannya sepuluh kali lebih besar dari Krakatau sehingga menyebabkan kehancuran lingkungan di sekitarnya secara dahsyat dengan jumlah korban lebih dari 92.000 orang.

Kono suara letusan gunung Tambora sampai terdengar hingga Sumatera, abunya menghalangi masuknya sinar matahari, secara global dampak yang ditimbulkan menyebabkan turunnya suhu bumi dan mengubah wajah dunia. Dampaknya terasa hingga Eropa, saat itu orang-orang di Eropa menyebutnya sebagai Tahun Tanpa Musim Panas, hal ini pula yang dikaitkan orang menjadi salah satu penyebab kekalahan Napoleon di Medan Perang.

Bagaimana mungkin Tambora yang sudah tertidur selama hampir 200 tahun ini bisa mengancam Indonesia kembali? lewat novel ini penulis mencoba memberikan penjelasan ilmiahnya. Di novel ini dikisahkan sekelompok orang mencoba melakukan suatu usaha ilmiah untuk membangunkan Tambora dari tidurnya dengan tujuan untuk mengatasi pemanasan global yang mengancam dunia. Bagaimana mungkin? di novel ini sekelompok orang tersebut percaya bahwa  cara paling efektif untuk menurunkan suhu bumi adalah dengan cara meletuskan Tambora sehingga suhu bumi akan turun seperti yang terjadi 200 tahun yang lampau.

"Sudah bukan rahasia lagi, bila berhubungan dengan pemanasan global, manusia adalah penyebab utamanya. Manusia memang penyakit kronis bagi bumi.... Sebuah solusi yang sangat masif bisa mengurangi jumlah manusia secara signifikan... pembantaian manusia" (hlm 283)

"Kita bisa merancang bencana di lempeng tektonik. Alat yang kami punya akan menghasilkan gempa di gunung api, dan ketika meletus, kita akan mengulangi letusan terbesar yang pernah direkam oleh sejarah - seperti pada 1815...Sebuah letusan terbesar di dunia akan menyebabkan beberapa bagian bumi tertutup awan hitam, sinar matahati akan terhalang...fotosintesis berhenti, manusia kelaparan, udara kotor, air tercemar, dan manusia akan mati. Tidak ada lagi pemanasan global. Yang perlu dilakukan hanya membuat sebuah bunker yang dapat menampuang orang-orang berguna selama setahun-dua tahun. Setelah itu orang-orang akan keluar dari bunker melihat matahari bersinar lagi, merasakan udara sejuk, dan air yang sudah tersaring dengan sendirinya. Dengan orang-orang terbaik, manusia bisa membangun kembali peradaban dari keping-keping kehancuran." (hlm 284)

Kaldera di Gn Tambora yang meletus 200 thn yang lalu

Novel ini tidak hanya mengisahkan rencana peletusan gunung saja, di awal kisah kita akan disuguhkan dengan kisah terjadinya pembunuhan terhadap dua warga negara asing di sekitar Pindad (Pusat Perindustrian Angkatan Darat / pabrik senjata) di Bandung. Selain itu ada pula tentang kasus hilangnya seorang Profesor kebumian,  soal geng motor Bandung yang memang menjadi sebuah fenomena dunia kriminal di Bandung beberapa tahun belakang ini. Kemudian ada pula soal distribusi senjata ilegal, konspirasi politik perebutan kekuasaan dari sebuah dinasti keluarga pengusaha, dendam pribadi, kisah cinta, dll.  Awalnya semua kisah ini seakan berdiri sendiri, memulai dari berbagai tempat dan peristiwa berbeda namun pada akhirnya akan bertemu pada satu titik yang sama.

Semua kisah tersebut terangkai dalam sebuah plot yang menarik ala novel-novel trhiller sehingga membuat pembaca betah membaca novel setebal 347 halaman ini. Tidak hanya kisahnya yang menarik novel ini juga menyajikan materi-materi pengetahuan yang tentunya sangat bermanfaat bagi pembaca terutama tentang gunung berapi dan pemanasan global. Selain itu karena sebagian dari novel ini bersetting di Bandung maka terungkap pula fenomena-fenomena yang ada di Bandung seperti geng motor, tumbuhnya mall-mall dan factory outlet di Bandung yang melebur dalam kisah novel ini.

Yang membuat saya agak kesulitan membaca novel ini adalah adanya banyak tokoh-tokoh yang muncul di novel ini. Bagi yang pernah membaca karya penulis sebelumnya yaitu Konspirasi Nulir (2009) maka tokoh Youri dan Savo akan muncul lagi di buku ini. Selain itu ada banyak tokoh-tokoh lain yang bermunculan. Walau awalnya tampak sebagai tokoh figuran namun ternyata nanti semua tokoh yang muncul kelak akan saling bersinggungan. Tidak mudah mengigatnya, untuk itu  alangkah baiknya jika ada halaman khusus yang berisi keterangan singkat dari tokoh-tokoh yang ikut mewarnai novel. Hal ini tentunya akan memudahkan pembaca memahami dan mengingat para tokoh-tokoh dalam novel ini. 

Sepanjang pembacaan novel ini saya tidak menemukan kata "Katastrofa" yang dijadikan judul novel ini. Memang tidak harus dimunculkan namun alangkah baiknya jika dijelaskan arti kata Katasrofa mengingat kata ini jarang digunakan dalam percakapan atau istilah sehari-hari.  

Sebagai sebuah novel thriller ilmiah novel ini mengasyikan sekaligus mencerdaskan pembacanya. Karena kisah dalam novel ini  menyinggung juga soal ancaman ledakan penduduk  maka novel ini mengingatkan saya akan novel Inferno-nya Dan Brown, namun jika Dan Brown mengatasinya dengan virus infertilitas maka di novel Katasrofa ini karena menangkut juga soal pemanasan global maka ledakan penduduk diatasi dengan sebuah bencana letusan gunung untuk menurunkan suhu bumi

Ide meledakkan gunung yang dipilih oleh penulis sangatlah liar, mungkin bagi sebagain orang ini tidak masuk akal, namun saya percaya sesuai dengan keilmuannya penulis tentunya memiliki dasar ilmiah dan telah melakukan riset mendalam untuk membuat novel yang dikerjakan selama 3 tahun ini menjadi masuk akal. Terlepas dari masuk akal tidaknya, sebagai orang awam penikmat fiksi saya berani mengatakan ide peledakan gunung untuk mengatasi ledakan penduduk dan pemanasan bumi yang ditawarkan penulis lebih 'gila' dibanding ide Dan Brown dengan ide virus invertilitasnya. 


@htanzil

NB : Agar tidak mengganggu kenikmatan calon pembaca untuk menikmati keseruan dari novel ini saya sengaja tidak memberikan sinopsis singkat atau alur kisah dari novel ini. 



3 comments:

Hapsah anak pulau said...

jadi pengen bca bukunya klo idenya lbih gila dri dawn brown... Mau...mau...mau.,

Obat Penghilang Kutil Kelamin Atau Jengger Ayam said...

I want to sleep, because it was tired of the comments to the blog pagerank. I hope my blog quickly rose in google, ameen

mulyasaadi said...

Waaa..kayaknya ceritanya asik tuh, jadi penasaran. Saya sempat galau 3 kali di toko buku bolak-balik buku Katastrofa ini apa mau beli atau tidak. Bingung karena dibaca dari sinopsisnya, yahh..biasa. Tapi ketika membaca review ini dan menyebutkan tantang rencana meledakan gunung, jadi kaget sendiri. Wahh...idenya gila abis! Kenapa dulu-dulu gak langsung beli aja bukunya ya, haha :D Salam baca ^^