Tuesday, September 15, 2015

Dilan, dia adalah Dilanku tahun 1990 by Pidi Baiq

[No. 360]
Judul : Dilan, Dia Adalah Dilanku, tahun 1990
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books
Cetakan : XIII, 2015
Tebal : 330 hlm
ISBN : 978-602-7870-41-3

Novel ini merupakan novel remaja yang menceritakan kisah bagaimana Dilan mencoba memikat hati Milea teman satu sekolah beda kelas dengan cara-cara yang unik, lucu, natural,  namun tetap meninggalkan kesan romantis yang membuat hati Milea meleleh dan jatuh cinta padanya.

Kisahnya sendiri sebenarnya biasa-biasa saja namun bagaimana penulis menuturkan kisahnya lewat sudut pandang Milea yang sedang menulis kisah masa remajanya yaitu bagaimana Dilan mencoba memikat Milea dengan cara-cara yang unik inilah yang membuat novel ini menjadi sangat menarik. Contohnya bagaimana ketika Milea berulang tahun Dilan menghadiahi sebuah buku TTS yang telah seluruhnya diisi olehnya dengan pesan sbb :

"SELAMAT ULANG TAHUN, MILEA.
INI HADIAH UNTUKMU. CUMA TTS.
TAPI SUDAH KUISI SEMUA.
AKU SAYANG KAMU
AKU TIDAK MAU KAMU PUSING
KARENA HARUS MENGISINYA.
DILAN!"

(hlm 72)

dan ketika Milea sakit, alih-alih membelikan obat, Dilan menunjukkan perhatiannya dengan tiba-tiba mengirim tukang pijat ke rumah Milea. Atau bagaimana Dilan mengirim cokelat buat Milea lewat tukang koran, dan yang agak konyol adalah bagaimana Dilan menulis surat pada tetangga sebelah yang isinya meminta izin untuk mencintai Milea. Masih banyak cara-cara unik, lucu, namun romantis yang dilakukan Dilan untuk memikat hati Milea.

Selain mendapat kisah menarik bagaimana Dilan memikat Milea, penulis juga jmendeskripsikan suasana kota Bandung yang masih cukup asri di tahun 1990 sehingga pembaca yang pernah atau kini tinggal di Bandung seakan diajak bernostalgia untuk menikmati suasana kota Bandung dua puluh lima tahun yang lampau.

Melalui sosok Dilan dan Milea penulis nampaknya mencoba membuat sebuah kisah percintaan yang wajar dan khas remaja secara natural dan sederhana sehingga pembaca akan merasa dekat dengan kedua tokoh utama novel ini sehingga bukan tidak mungkin apa yang dikisahkan  Dilan dan Milea  pernah juga dialami oleh pembaca novel ini. 

Sayangnya sosok Dilan digambarkan agak terlalu sempurna, walau sebagai salah seorang anggota gank motor namun Dilan adalah anak yang pintar di sekolah, romantis, memiliki pergaulan yang luas, senang membaca buku sehingga kamarnya penuh dengan buku seperti perpustakaan. Selain itu Dilan juga pandai menulis puisi dan menggambar dan karya-karyanya dimuat di koran lokal. Untungnya kesempurnaan Dilan ini diimbangi juga dengan kenakalannya, antara lain suka membolos dan berkelahi sehingga di sini penulis tidak terjebak untuk menampilkan seorang tokoh Hero tanpa cela namun tokoh yang memiliki kelebihan dan kelemahan walau kelebihannya terkesan tampak terlalu berlebihan. 

Singkat kata dalam novelnya ini penulis berhasil menghadirkan sebuah kisah cinta yang sederhana dan natural. Kisah cinta yang dihadirkan dalam novel ini pun bukan kisah cinta yang muluk-muluk atau penuh dengan drama yang menguras air mata, melainkan sebuah kisah yang biasa-biasa saja yang dikemas dengan gaya bertutur yang khas.  Karakter Dilan yang lucu dengan gaya rayuan yang tidak terduga, tidak gombal tapi unik dan lucu namun romantis ini dipastikan mampu memikat pembacanya untuk  ikut tertawa, cemburu, terharu, dan bahagia seiring dengan apa yang dialami oleh Dilan dan Milea. Bagi pembaca yang menggermari novel romantis namun bosan dengan kisah percintaan yang berat dan mengharu biru, novel ini bisa menjadi pilihan yang tepat.


Dengan segala kelebihannya tak heran novel yang juga dihiasi oleh ilustrasi yang dibuat oleh penulisnya sendiri ini  langsung memikat banyak pembaca, hal ini terbukti dengan larisnya buku ini toko-toko buku sehingga hanya dalam waktu setahun novel ini telah dicetak sebanyak 13 kali! Kisah Dilan dan Milea tak berhenti hingga lembar terakhir novel ini.Penulis melanjutkan kisah Dilan dan Milea di buku selanjutnya dengan  judul  Dilan 2 : Dia adalah Dilanku, tahun 1991 yang saat ini telah terbit dan beredar di toko-toko buku.

@htanzil

6 comments:

Alvina Vanila said...

Aku pernah sekali baca buku dia yang marmut dna agak ngga nyambung sama humornya.. tapi agak penasaran ama dilan sih, habisnya laris bangeet

raquell agustien said...

makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
QUEENXXX92

nextbamz said...

keren saya juga pernah membacanya

zpetronella said...

Iya, Dilan tuh perfect banget sampe jadinya gak realistis. Atau Milea aja yang ngayal ya? XD

Kang Ibay said...

@Alvina Vanila : humor ala pidi baiq, bukan humor biasa, IQ nya harus tinggi baru bisa paham :)
@zpetronella : disarankan baca juga dilan 1992, menunjukan dilan ga perfect, manusia biasa yg juga dibenci, beda sama artis FTV SMA jaman kamu sekarang. :D

Rey said...

Teriama kasih juragan atas informasinya